Oleh: Gatot Sundoro
iniSO.co – ALLOH SWT berfirman dalam Al Qur’an, surat Al Baqarah ayat 25 :” Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan bahwa untuk mereka (disediakan) surga surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah buahan dari surga, mereka berkata, ” Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah buahan) yang serupa. Dan disana mereka (memperoleh) pasangan pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”
Berikut beberapa kenikmatan di surga yang akan disediakan oleh ALLOH SWT bagi hambanya yang berbuat kebajikan selama hidup di dunia:
1. Sungai yang indah.
Sungai sungai di surga digambarkan sangat indah, jernih dan mengalir membawa kedamaian serta kenikmatan bagi para penghuninya.
Airnya mengalir diatas permukaan tanah dibawah istana atau pepohonan surga tanpa memiliki tepi seperti sungai di dunia.
Berdasarkan Al Qur’an dan hadits, sungai sungai di surga tidak hanya mengalirkan air jernih, tetapi juga sungai dengan berbagai rasa; ada sungai yang airnya dari susu yang tidak berubah rasanya; sungai khamer, rasanya senikmat anggur namun tidak memabukkan; serta sungai dari madu murni.
Dalam suatu riwayat, diceritakan bahwa air air sungai yang mengalir di surga itu tidak menimbulkan suara bising, batu batu sungainya terbuat dari permata dan beraroma minyak misik (minyak wangi yang harum).
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Sungai sungai Surga mengalir dari bawah bukit atau lereng gunung misik.” (HR. Ibnu Abi Hatim)
2. Buah buahan.
Buah buahan di surga digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai kenikmatan yang abadi, sangat melimpah, selalu tersedia sepanjang masa dan mudah dipetik kapan saja.
Buah buahan di surga tidak pernah berhenti, tidak mengenal musim, mudah dipetik.
Beberapa buah mirip dengan nama buah di dunia. Namun soal rasa, tentunya jauh dengan di dunia. Cita dan rasanya buah di surga jauh lebih nikmat dan jauh lebih sempurna.
Sama halnya dengan jumlah Nabi dan Rasul. Jumlah Nabi diperkirakan lebih dari 124 ribu, sedangkan jumlah Rasul ada 313 – 315 orang saja; sedangkan yang diabadikan di Al Qur’an berjumlah 25 orang.
Demikian juga dengan buah buahan, di Al Qur’an disebutkan ada 7 (tujuh) nama buah buahan, namun demikian jumlahnya bisa jadi puluhan, ratusan atau bahkan ribuan jenisnya. Wallahu…
Dalil dalil dalam Al-Qur’an tentang buah buahan di Surga:
– QS. Ar Rahman, 68:
” Di dalam keduanya (Surga) ada buah buahan, kurma dan delima.
– QS. Al Waqi’ah, 29:
” Dan pohon pisang yang bersusun susun (buahnya).
– QS. At Tin, 1:
” Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.”
– QS. Al Mu’minun, 19:
” Lalu dengan (air) itu, KAMI tumbuhkan untukmu kebun kebun kurma dan anggur….”
– QS. Al Wa’qiah, 28:
” Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri.”
– QS. Al Baqarah, 61:
” …. agar DIA memberi kami apa yang ditumbuhkan di bumi, seperti sayur mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.”…
Ikrimah Maulana Ibnu Abbas, yakni murid kesayangan Abdullah bin Abbas, ia berkata:” Buah di surga mirip dengan buah di dunia, tetapi rasanya jauh berbeda.”
Ibnu Abbas juga berkata:” Tidak ada satupun benda di surga yang sama atau serupa dengan benda di dunia. Kalaupun sama, itu hanya namanya saja.
3. Pasangan Penghuni Surga.
Tidak ada orang yang melajang di surga; setiap Penghuni Surga, baik laki laki maupun perempuan akan mendapatkan pasang.
Pasangan penghuni surga bagi lelaki meliputi istri istri mereka dari dunia serta bidadari surga, jumlah bidadari surga yang menjadi pasangannya adalah 2 bidadari. Diriwayat lain sampai 72 bidadari.
Rasa iri, cemburu dan sifat sifat jelek lainnya dihapus oleh ALLOH. Di surga tidak ada pertengkaran.
Pasangan penghuni surga bagi perempuan adalah suaminya yang terakhir (Apabila suaminya di dunia meninggal atau bercerai, lalu menikah lagi).
Wanita Sholehah di dunia menjadi ratu yang kecantikannya melebihi bidadari surga.
Penghuni surga bagi wanita yang belum menikah di dunia akan dinikahkan oleh ALLOH SWT dengan penduduk surga yang juga belum menikah.
Bidadari surga bukanlah berasal dari dunia, mereka diciptakan langsung oleh ALLOH sebagai gadis yang sebaya, perawan dan penuh cinta (Tafsir QS. Al Waqi’ah 35-37)
Itulah sebabnya di surga penuh kesibukan, makan, minum, syahwat dan kesenangan lainnya, sebagaimana firman ALLOH Ta’ala:” Sungguh para penduduk surga itu dalam kesibukan yang menyenangkan.” (QS. Yasin, 55)
Bagaimana jika seorang lelaki didampingi 72 bidadari, kuatkah?
Dalam sebuah hadits, dari Zaid bin Arqam, Rasulullah Saw bersabda:” Sungguh seorang lelaki penduduk surga diberi kekuatan setara dengan 100 orang lelaki, dalam hal makan, minum, syahwat dan jima’ (HR. Ahmad).
Beberapa sahabat Rasulullah Saw meriwayatkan tentang para pasangan penghuni surga, antara lain:
– Ibnu Abi Thalhah, meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata,” Semua pasangan penghuni surga suci dari kotoran dan hal hal yang menjijikan.
– Mujahid berkata:” Mereka tidak pernah haid, buang air besar, buang air kecil, ingusan, meludah (metabolisme tubuh keluar sebagai keringat yang wangi), mengeluarkan mani ataupun melahirkan.”
– Qatadah berkata:” Mereka tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang menyakitkan atupun suatu dosa.
– Atha, Hasan, Dhahkak, Abu Salih, Athiyyah dan As Saudi, meriwayatkan:” Mereka tidak haid dan tidak pula melakukan sesuatu yang menyusahkan.”
Dalam Al-Qur’an, surat Al Baqarah 25 di akhir surat; ALLOH SWT menjanjikan bahwa mereka akan kekal di dalam surga. Jadi kenikmatan surga tersebut tanpa batas. ALLOH SWT menyuguhkan semua kenikmatan tersebut sebagai imbalan atas amal perbuatan mereka selama di dunia.
Kehidupan di akhirat adalah kekal dan tanpa akhir.

