SURABAYAONLINE.CO-Sumenep, Pasangan calon nomer urut 1 Pilbub Sumenep 2020 Ach Fauzi hadir ke palagan debat kandidat sendirian. Pasalnya calon wakil bupati yang mendampinginya yaitu Nyai Hj Dewi Khalifah berhalangan hadir di karenakan sedang melakukan ibadah Agama. Senin malam 10/11/2020
Ach Fauzi juga di pastikan dalam debat berikutnya secara sendirian. Namun meski begitu Ach Fauzi mengaku tidak ada masalah dan siap bertarung gagasan untuk pembangunan Sumenep dalam debat berikutnya, itu terbukti pada debat kali ini dirinya mampu mengimbangi lawan nya yang hadir ke arena debat dengan komposisi komplit. Meskipun ia mengaku sebenarnya membutuhkan kawan supaya ketika jeda iklan ada teman berbicara
“Saya secara pribadi inginnya ada kawan untuk berbicara misalnya saat jeda dan dalam beberapa debat kedepan saya akan sendirian akan tetapi tidak ada masalah,” Ujar Ach Fauzi kepada awak media sesaat setelah mengikuti debat kandidik. Senin malam 10/11/2020 Jam 22.00 waktu setempat
Dalam debat kali ini yang bertema “Peningkatan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat” Ach Fauzi mengatakan program penentasan kemiskinan itu sudah berjalan selama ia menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep periode 2015-2020. Ia kemudian mencontohkan beberapa program yang sudah berjalan yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Menurutnya beberapa program yang ia contohkan itu harus di pertahankan akan tetapi tetap harus di lakukan evaluasi. Agar dapat memperbaiki yang belum maksimal dan meningkatkan yang sudah berjalan baik.
“Program kesejahteraan masyarakat itu tidak perlu di lakukan lagi karena memang sudah di lakukan, misalnya PKH BPNT, RTLH tinggal di perkuat dan di tingkatkan saja,” Lanjutnya
Selain itu ia juga akan meningkatkan pembangunan infrastruktur sebagai upaya memberikan pelayanan masyarakat, dan sarana penunjang untuk meningkat perekonomian masyarakat Sumenep. Misal menurutnya dalan sektor industri pariwisata yang membutuhkan dukungan infrastruktur yang baik. Selain itu ia juga akan merevitalisasi pasar tradisional yang menjadi titik ekonomi mayoritas masyarakat Sumenep, sebagai prasarana yang harus di berikan untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.
Ach Fauzi juga akan memberikan beberapa stimulus terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep, mulai dari penyertaan modal yang bisa di kembangkan agar industri ini meningkat. Sehingga dapat mengurangi pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan baru. Hal itu semua di akuinya tetap berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat .
“Terus revitalisasi pasar agar UMKM kita tumbuh dengan baik dengan berbagai stimulan yang kita berikan misalnya bantuan permodalan, itu semua mengarah untuk kesejahteraan masyarakat,” Tandasnya
Disinggung perihal angka kemiskinan yang masih tinggi, Ach Fauzi menegaskan sudah melakukan langkah-langkah baik, dengan beberapa terobosan. Hal itu bisa di lihat adanya penurunan angka kemiskinan sebesar 0.68 persen dari tahun sebelumnya
“Terobosan yang baik dan kebijakan yang baik selama ini, salah satu indikatornya angka kemiskinan kita turun 0.68 persen dari tahun sebelumnya,” Jelas nya dengan tegas
Ke depan nya juga dalam hal pengentasan kemiskinan ia akan melakukan pemutakhiran data yang lebih baik atau data induk. Karena menurutnya ketepatan sebuah kebijakan apalagi yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan harus berbasis data yang presisi dengan begitu program-program yang di keluarkan akan tepat sasaran.
“Saya merasa perlu ada pemutakhiran data ke depan sinkronisasi antara data di tingkat Kabupaten dan data ditingkat Desa, sehingga kebijakan itu menjadi lebih tepat dan berbasis data yang akurat,” tutupnya (Thofu)

