SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Kecamatan Driyorejo yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo,, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang cukup besar.
Dengan potensi yang dimiliki, Driyorejo sebenarnya bisa berkembang lebih baik lagi di semua aspek kehidupan masyarakatnya.
“Secara sosial dan ekonomi Driyorejo sangat bagus, kami berkomitmen untuk mengembangkan potensi itu caranya membangun perguruan tinggi agar sumberdaya manusia Driyorejo lebih baik lagi ” ujar calon bupati Pak Qosim, dalam safari politiknya ke beberapa desa di Kecamatan Driyorejo, Minggu (22/11).
Hasan Burhanuddin (35) pembudidaya tanaman hias Aglaonema asal Desa Kesamben Wetan Kecamatan Driyorejo, sulitnya mengurus izin karantina tumbuhan saat mau kirim tanaman pesanan ke luar pulau.
“Karena harus ke Gresik Kota dan membawa tanamannya inii menyita energi dan biaya, sebenarnya permintaan dari luar pulau banyak. Harapan kami bisa ngurus di kecamatan saja, semacam kantor perwakilan gitu,” tuturnya.
Pak Qosim menyatakan bersama mas Alif UMKM se Kabupaten Gresik akan diintegrasikan dalam kartu UMKM Bangkit.
“Urusan izin akan kami sederhanakan, semua akan kita buat virtual. Kami buatkan ruang promosi seluas-luasnya bagi UMKM,” bebernya.
Pebisnis tanaman hias Adenium Desa Karangandong, Hayat Glen (38) yang punya 100 anggota yakin bila dalam kepemimpinan Qosim-Alif Kabupaten Gresik akan menjadi sentralnya Adenium se-Indonesia.
“Saat ini Adenium dari Gresik sudah bisa menentukan harga Adenium nasional. Ke depan saya yakin Pak Qosim dan Mas Alif bisa membuat Gresik menjadi sentranya Adenium mengalahkan Thailand dan Korea yang selama ini menjadi sentra Adenium,” katanya mantap.
Pak Qosim menawarkan bantuan dan pendampingan sejak pembibitan, perawatan saat tumbuh dan penjualan.
“Sekali lagi lewat kartu UMKM Bangkit, mulai dari inkubasi bisnis sampai bisa mandiri,” terang Pak Qosim melalui rilis yang diterima SurabayaOnline. (san)

