iniSO.co – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membuka klinik layanan terpadu di Kabupaten Gresik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempermudah pelaku UMKM, khususnya sektor makanan dan minuman, dalam mengurus izin edar produk.
Dorongan itu disampaikan Bupati Yani saat menerima audiensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya terkait program nasional Keamanan Pangan Terpadu di Kantor Bupati Gresik, Kamis (9/4/2026).
“Keberadaan layanan ini diharapkan mempermudah pelaku UMKM, khususnya sektor makanan dan minuman, dalam mengurus izin edar produk,” ujar Bupati Yani.
Menurutnya, selama ini banyak pelaku UMKM di Gresik menghadapi kendala jarak dan prosedur administrasi ketika mengurus perizinan BPOM. Karena itu, Pemkab Gresik mengusulkan agar layanan BBPOM sementara dapat dibuka di Mal Pelayanan Publik (MPP) Gresik.
Dengan hadirnya layanan tersebut, pelaku usaha tidak perlu lagi datang jauh ke luar daerah untuk mengurus izin edar. Proses administrasi juga diharapkan menjadi lebih cepat, sederhana, dan efisien.
“Selama ini pelaku UMKM terkendala jarak dan proses administrasi. Dengan layanan ini, perizinan diharapkan lebih cepat dan mudah,” jelasnya.
Selain mendorong pembukaan klinik layanan terpadu, Pemkab Gresik juga menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program Keamanan Pangan Terpadu yang digagas BBPOM Surabaya.
Bupati Yani menegaskan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta terlibat aktif dalam pelaksanaan program tersebut. Upaya itu dilakukan untuk mewujudkan Kabupaten Gresik sebagai daerah dengan standar pangan yang aman.
“Pemkab Gresik berkomitmen mendukung kegiatan pangan aman terpadu untuk mewujudkan kabupaten pangan aman,” tegasnya.
Program Keamanan Pangan Terpadu sendiri merupakan strategi nasional untuk memperkuat pengawasan pangan hingga tingkat desa. Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi mengatakan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah.
“Saya berharap adanya dukungan Pemkab Gresik agar program ini berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata Yudi.
Dalam audiensi tersebut, BBPOM Surabaya menjelaskan bahwa program Keamanan Pangan Terpadu mencakup tiga komponen utama.
Pertama, Desa Pangan Aman yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan di lingkungan desa.
Kedua, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas untuk memastikan bahan pangan yang beredar di pasar memenuhi standar kesehatan dan keamanan.
Ketiga, Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman yang difokuskan pada pengawasan jajanan di lingkungan sekolah agar aman dikonsumsi anak-anak.
Melalui tiga program tersebut, BBPOM berharap kualitas pangan di Kabupaten Gresik dapat meningkat secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa, pasar, hingga sekolah.
BBPOM Surabaya mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang aktif mendorong kemudahan perizinan bagi UMKM. Menurut Yudi, pihaknya siap memberikan pendampingan dan pengawasan kepada pelaku usaha yang akan mengurus izin BPOM.
“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Kami akan lakukan pendampingan dan pengawasan terkait izin BPOM,” ujarnya.
Sebagai informasi, hasil penilaian BBPOM Surabaya pada 2025 menempatkan Kabupaten Gresik dengan skor 72,09 dalam kategori baik pada indikator kabupaten/kota pangan aman.
Meski demikian, BBPOM meminta capaian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan melalui pengawasan pangan yang lebih ketat dan berkelanjutan.
“Mohon agar capaian ini dipertahankan dan ditingkatkan, khususnya dalam pengawasan pangan aman,” pungkas Yudi.

