SURABAYAONLINE.CO | Sumenep – Dinas ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep, Madura, Jawa Timur menyarankan masyarakat Sumenep memotong hewan Qurban di Lima titik RPH.
“Di Kecamatan Manding, Ganding, Kota, Lenteng dan Talango,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep Arif Firmanto, Rabu (6/7).
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di lima titik tersebut sudah didampingi oleh petugas dan paramedis. Artinya, lebih aman dan fleksibel.
“Semua gratis untuk pemotongan hewan qurban. Masyarakat tinggal datang ke lokasi yang ditentukan,” jelasnya
Apalagi kata Arif, lima titik RPH milik Pemkab Sumenep itu memang menjadi tempat pemotongan hewan.
Dan pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus bersinergi bersama Pemkab dalam mengatasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak.
Salah satunya menjaga kebersihan kandang, mengurangi mobilitas hewan ternak dari dan luar daerah seperti penjualan hewan.
Pihaknya juga menyarankan agar penjualan hewan ternak tidak dilakukan di pasar melainkan dari rumah masing-masing dengan cara swafoto.
“Meskipun hewanya sehat, tetapi setelah bercampur dengan hewan lainya di pasar, kwatir mendapat imbasnya. Kasian,” ujarnya
Jika ada hewan ternak sakit, kata dia, masyarakat diminta untuk segera melaporkan ke petugas di lapangan atau call centre 112 untuk segera ditangani petugas sesuai wilayah masing-masing.
Berdasarkan peta sebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sumenep per tanggal 4 Juli 2022, hewan ternak yang sakit sebanyak 4.701, sehat 2.956 dan mati sedikitnya 8. (Upek)

