SURON.CO, Probolinggo – Memperingati HUT Dekranasda ke 43 digelar sarasehan pelaku UMKM wanita Kota Probolinggo. Acara yang bertema Wira Usaha Baru Tercipta Perajin Berjaya, diadakan di alun-alun.
Sarasehan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ketua Dekranasda Kota Probolinggo Aminah Hadi Zainal Abidin, Ketua DPD Iwapi Provinsi Jawa Timur Susmiyati Rahmawati, dan Kepala Bank Jatim Cabang Probolinggo Wiwik Hariyati.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo Aminah Hadi mengatakan, pengembangan usaha saat ini bukanlah tentang jumlah produksi yang dihasilkan oleh UMKM, tetapi mengarah pada hal yang lebih kompleks. Seperti bentuk pengemasan, pelayanan pada pelanggan, promosi, pemasaran, manajemen keuangan dan pendanaan, dan hal lainnya.
Sampai saat ini di tahun 2023, jumlah UMKM di Kota Probolinggo yang terdaftar pada kartu e-UMKM sejumlah 6.907 orang dan pelaku usaha perempuan mencapai 64,4 persen (4.448 pelaku usaha). Dengan jumlah pelaku usaha perempuan ini merupakan potensi yang perlu dioptimalkan dalam peningkatan perekonomian keluarga, khususnya dan Kota Probolinggo pada umumnya,
“Saat ini pelaku usaha wanita kurang optimal mengelola usahanya karena kebanyakan menggunakan manajemen wonder woman.Mulai dari pemilihan bahan baku hingga pemasaran dilakukan satu orang. Ini yang harus dirubah agar usahanya lebih berkembang,” ujarnya.
Melalui sarasehan ini, para wirausaha baru perlu mendapat pengetahuan bagaimana cara strategi pengembangan usaha menjadi pelaku usaha yang berjaya. Dukungan Dekranasda dalam pengembangan usaha baik pelaku usaha pemula maupun senior, melalui kerja sama dengan perangkat daerah terkait.
Salah satunya adalah Dinas Koperasi, Usaha Mikro Menengah dan Perdagangan melalui sosialisasi, bimtek maupun pelatihan.
“Bagi pelaku UMKM teruslah berusaha meningkatkan daya saing.Tidak ada lagi bermalas-malasan, berpangku tangan, dan hanya berharap bantuan dari pemerintah. Mari dukung upaya mewujudkan pelaku usaha yang sejahtera,” pesannya.
Di momentum HUT Dekranasda ke 43, Aminah Hadi juga melakukan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian Dekranasda hingga saat ini. Menurutnya, momentum ini menjadi semangat untuk terus bersinergi antara aparatur sipil negara, pelaku usaha dan swasta agar selalu berkolaborasi dalam melakukan pemberdayaan dan pengembangan UMKM Kota Probolinggo.(*)

