SURON.CO, Mojokerto – Festival Mojotirto di bantaran Sungai Ngotok, Kota Mojokerto juga diisi sejumlah acara bernilai ekonomi, seni dan budaya. Festival ini dimeriahkan pertunjukan teaterikal Tirta Amerta hingga pameran produk UMKM.
Drama teaterikal Tirta Amerta digelar di bantaran Sungai Ngotok. Tepatnya di bawah Jembatan Rejoto, Kota Mojokerto. Persembahan Sanggar Lokapala karya Sutradara Kukun Triyoga ini menceritakan perjalanan manusia, air yang menjadikan kita lahir dan tanah yang membuat kita kembali.
Festival Mojotirto hari kedua ini juga dimeriahkan pertunjukan kesenian campursari. Ada juga pameran produk UMKM di lokasi yang sama. Sedikitnya 10 tenda berdiri di bantaran Sungai Ngotok, bawah Jembatan Rejoto.
Stan lainnya menjual kue kucur, apem, jamu tradisional, sandal wanita dan udeng, putu ayu, keripik singkong, kacang goreng, rujak buah, tahu susu, sari kedelai. Kemudian, kopi sangrai, jamu beras kencur, serabi, kerupuk upil dan aneka produk kerajinan.
“Festival Mojotirto ini dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia tanggal 22 Maret. Kami ingin mengucap syukur karena air melimpah sepanjang tahun sehingga Kota Mojokerto tak pernah kekeringan. Ada 7 sungai di wilayah kami bagian dari anugerah Allah SWT,” kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita.
Orang nomor satu di Pemkot Mojokerto ini memborong beragam produk di pameran UMKM yang bertema tempo doeloe tersebut. Ning Ita lantas makan bersama jajaran pejabat Pemkot Mojokerto di bantaran Sungai Ngotok.
Ia menjelaskan, Festival Mojotirto sudah menjadi agenda rutin Pemkot Mojokerto. Di tahun keempat ini, Mojotirto sekaligus menandai dimulainya pembangunan Wisata Bahari Majapahit di bantaran Sungai Ngotok. “Semoga ke depannya tidak hanya event seni budaya dan pameran UMKM, tapi juga ditunjang infrastruktur wisata,” jelasnya.
Wisata Bahari Majapahit, lanjut Ning Ita, bakal ditunjang jalan khusus yang terkoneksi dengan Jalan Empunala. Sehingga para wisatawan bakal lebih dimudahkan untuk mengakses wisata tersebut.
Selain sektor wisata, tambah Ning Ita, pihaknya juga konsisten meningkatkan kapasitas UMKM di Kota Mojokerto. Menurutnya, sudah 10 ribu lebih UMKM yang mendapatkan pelatihan, pendampingan, pemberian modal usaha dan pembentukan koperasi.(*)

