SURON.CO, Bandung – Sekelumit permasalahan yang dialami para pelaku UMKM tengah menjadi fokus pemerintahan saat ini. UMKM di Indonesia, termasuk Jawa Barat, didorong meninggalkan ketergantungan pada produk impor dan mulai menggunakan produk lokal berkualitas.
Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pembedayaan Ekonomi Kreatif Fiki Satari mengatakan, saat ini tengah viral mengenai UMKM yang menjual produk impor. Pihaknya pun mendorong agar UMKM ini bertransformasi menjadi UMKM pengguna bahan baku produk lokal.
Di sisi lain, Fiki Satari pun menginginkan pelaku UMKM memiliki hubungan yang lebih dekat lagi kepada pemerintah mengenai permasalahan yang mereka miliki.
“Kami ingin betul-betul ada intimate kesepakatan antara para pengecer agar kami paham. Mereka jual jenis produknya apa, modalnya bagaimana,” ujar Fiki Satari.
Ia mengatakan, permasalahan mengenai UMKM dapat diatasi di antaranya dengan menyiapkan agregator atau pengepul. “Jadi kami siapkan. Ada agregator yang menyiapkan stok produknya. Jadi kami sudah memikirkan sampai sedemikian rupa,” ujarnya.
Sistem agregator binaan UMKM, diakui Fiki Satari sudah mulai gencar dilakukan di Indonesia. Fiki Satari juga memperlihatkan dirinya menggunakan produk-produk lokal dan mengajak untuk membanggakan produk lokal. “Kami harus mulai keberpihakan pada produk lokal. Kita harus bangga dan ini yang kami ingin dorong,” ujarnya. (*)

