SURON.CO, Yogyakarta – Festival Kampung Wisata di gelar di Alun-alun Selatan, Minggu (30/4). Dibarengkan dengan Festival Jeron Beteng ada empat kampung wisata yang berpartisipasi.
Empat kampung wisata yang memeriahkan Festival Kampung WIsata tersebut adalah Dipowinatan, Patehan, Kauman, dan Kadipaten. Dinas Pariwisata (Dispar) Yogyakarta yang menyelenggarakan gelaran tersebut berharap wisatawan mengenal kampung wisata yang tak kalah menarik dengan Malioboro dan Tugu Pal Putih.
Kepada Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata Dispar Yogyakarta Husni Eko Prabowo menjelaskan, Festival Kampung Wisata yang digelarnya tersebut jadi kali kedua dilakukan. “Yang pertama Februari lalu saat Tour de Kotabaru. S,ekarang kami gelar lagi dengan peserta kampung wisata yang berbeda,” jelasnya.
Husni menyebut total akan ada enam Festival Kampung Wisata pada 2023 ini. “Total kampung wisata kami ada 25 kampung, semuanya akan diwadahi,” katanya.
Festival tersebut, jelas Husni, adalah usaha Dispar untuk makin meningkatkan kampung wisata di wilayahnya. “Festival Kampung Wisata kali ini dibarengkan dengan Festival Jeron Beteng agar wisatawan juga turut menikmati semuanya dan tertarik mengunjungi kampung wisata,” ujarnya.
Dalam festival di Alun-alun Selatan ini, lanjut Husni, tampil beragam atraksi seni dari kampung wisata. “Ada juga bazar UMKM yang jadi nilai tambah masing-masing kampung wisata juga,” ucapnya.
Pengurus Kampung Wisata Dipowinatan, Mahadeva Wahyu Sugiyanto menyebut sangat terbantu oleh gelaran Dispar Yogyakarta ini. “Kami sangat mengapresiasi karena terbantu sekali memasarkan kampung wisata kami,” katanya.
Mahadeva menyebut ruang yang diberikan Dispar Yogyakarta ini dimanfaatkannya sebaik-baiknya. Kampungnya menampilkan pertunjukan seni dari Dipowinatan musik, gedruk, hingga produk UMKM seperti batik, aksesoris dan kuliner lokal. Kampung Wisata Dipowinatan, lanjut Mahadeva, memiliki beargam program unggulan.
“Kami ada paket cycle tour jadi keliling kampung dengan sepeda yang bisa dinikmati wisatawan. Ada juga event rutin yaitu Merti Golong Gilig setiap Agustus untuk menarik wisatawan,” ujarnya.(*)

