SURON.CO, Jakarta – Selaras dengan program pemerintah, yakni program Digitalisasi UMKM Indonesia, Asosasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) turut mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Hal ini tercermin dalam tema Halal Bihalal Apjatel 2023 yang menjadi momen untuk saling bermaafan. Sekaligus mempertegas misi dan komitmen Apjatel dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Menurut Ketua Umum Apjatel Jerry Mangasas Swandy, ada beberapa tantangan dalam percepatan cakupan fiber optik di Indonesia. Misalnya saja, sejumlah wilayah yang masih membebankan biaya sewa jaringan.
“Ini bakal berdampak pada peningkatan belanja modal dan biaya operasional. Terlebih, biayanya mulai dari Rp 5.000-15.000 per meter. Padahal harusnya sektor telekomunikasi sudah tidak dibebankan biaya sewa jaringan,” ujar dia.
Menurut dia, ini akan menjadi motivasi bagi Apjatel untuk terus melakukan langkah percepatan perluasan jaringan di lebih banyak wilayah di Indonesia. “Harapannya, ini dapat mengakselerasi pertumbuhan UMKM di berbagai wilayah sehingga seluruh UMKM dapat memiliki peluang dan kesempatan yang merata untuk tumbuh dan berkembang,” tambah dia.
Sebagai salah satu faktor utama penggerak ekonomi Indonesia, pertumbuhan UMKM yang signifikan menjadi kunci penting. Di era digital seperti saat ini, program digitalisasi UMKM menjadi fokus utama. Karena hal itu akan memudahkan perusahaan-perusahaan start up, kecil, dan menengah di Indonesia untuk tumbuh semakin kompetitif serta mampu bersaing di pasar global yang semakin ketat.(*)

