SURON.CO, Banyuwangi – Berlokasi di Desa-Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Ketua Tim Pengmas Unair Sulistya Rusgianto mengatakan, pelaku UMKM di desa ini memiliki potensi pendapatan yang cukup menjanjikan.
“Hampir semua kepala keluarga di Desa Pesanggaran memiliki kambing atau domba. Tetapi, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai model bisnis yang berkelanjutan dan pemasaran digital membuat masyarakat tidak dapat memanfaatkan peluang yang ada,” tukas Sulistya.
Tim pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Sulistya Rusgianto dengan anggota, M. Said Fathurrohman melakukan pendampingan.Mereka melakukan penciptaan nilai tambah dan pemasaran digital untuk memotong rantai pasok. Dengan demikian, sebagian besar keuntungan penjualan yang selama ini banyak diambil oleh tengkulak dapat dinikmati pula oleh para UMK dan peternak.
“Untuk mempersingkat rantai pasok dan meningkatkan pendapatan UMK, kita mendorong masyarakat untuk meningkatkan value added produk mereka dengan pengembangan bisnis turunan bernilai tambah, seperti catering dan aqiqah,” ujar Said.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Kelompok Masyarakat Silugonggo ini dilakukan di Balai Desa Pesanggaran, kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Acara ini dihadiri oleh kepala desa Pesanggaran, perwakilan peternak, dan UMKM binaan Pokmas Silugonggo.
Peserta didampingi oleh narasumber pemasaran digital, Ahmad Fadlur Rahman Bayuny, untuk membuat akun di online market place secara langsung. Dalam pendampingan, masyarakat diberikan demo bagaimana foto produk yang baik agar dapat menarik pelanggan membeli dari akun di market place dan bagaimana tips dan strategi pemasaran digital pada sosial media dan marketplace.
Kepala Desa Pesanggaran Sukirno menyatakan bahwa pelatihan ini adalah yang pertama kali ada di desanya. Sehingga hal ini akan sangat bermanfaat bagi warga desa. Dia berharap ilmu yang disebarkan dapat pula tersebar ke desa-desa lain yang ada di sekitar Desa Pesanggaran.(*)

