SURON.CO, Surabaya – Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah Jatim Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, BI Jatim sejauh ini terus berupaya mendorong pertumbuhan UMKM di Jatim melalui berbagai program.
“Setidaknya ada tiga pilar pengembangan UMKM yang dilakukan BI. Pertama, korporatisasi UMKM melalui pengembangan klaster pangan eksisting. Kedua, peningkatan kapasitas UMKM melalui pengembangan pariwisata dan pendampingan,” katanya, Senin (4/12).
Pilar ketiga, lanjut Rizki, yakni peningkatan akses pembiayaan melalui kegiatan busines matching pada gelaran Java Coffae Culture, Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2023, pemberian pelatihan kepada 200 UMKM, serta penyediaan database profil UMKM.
BI mencatat, hingga Oktober 2023 penyaluran kredit sektor UMKM terpantau tumbuh tinggi 8,52 persen dengan pangsa kredit UMKM mencapai 31,3 persen atau sudah di atas syarat minimal Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) sebesar 25 persen.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, UMKM merupakan salah satu sektor tulang punggung ekonomi Jatim dengan share sekitar 58 persen. Untuk itu, Pemprov Jatim terus menjalankan program afirmasi sebagai penguatan koperasi dan UMKM.
“Penguatan UMKM ini kita lakukan melalui program One Pesantren One Product (OPOP), program kredit sejahtera Jatim (Prokesra), advokasi dan klinik center KUMKM, dan program Millenial Job Center (MJB) yang kita targetkan sampai akhir tahun terbentuk 10.000 proyek, hingga saat ini sudah tercapai 9.000,” katanya.(*)

