SURON.CO, Mojokerto – Universitas Surabaya (Ubaya) memberdayakan UMKM melalui Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan, di Kabupaten Mojokerto dan Probolinggo. Pemberdayaan berlangsung berdasarkan sejumlah masalah yang dialami UMKM di wilayah tersebut.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Msyarakat (LPPM) Ubaya Hazrul Iswadi mengungkapkan, program ini bertujuan mewujudkan kontribusi aktif perguruan tinggi dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat kecil dan menengah melalui pembinaan UMKM. “Kegiatan riilnya diwujudkan dalam bentuk pembinaan pengembangan Usaha dan penyelesaian permasalahan UMKM,” katanya, Jumat (8/12).
Program ini bertujuan pula untuk meningkatkan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Perguruan Tinggi yang terintegrasi melalui program kemitraan dengan UMKM sebagai bentuk pengalaman belajar di dunia kerja.
Terdapat dua desa yang menjadi fokus program dengan support pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) ini.
Antara lain UMKM di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, dan di sentra penghasil bawang merah di Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Sebagian UMKM di dua kabupaten tersebut menghadapi beberapa kendala dalam pengembangan usaha. Antara lain masalah kompetensi atau skill SDM yang masih rendah, kapasitas produksi yang masih kecil, belum adanya SOP proses produksi, kemasan yang masih sederhana dan dan masalah klasik yaitu keterbatasan jangkauan pemasaran. Selain itu sebagian UMKM juga belum memiliki legalitas, seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal.(*)

