Minke.id – Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Bambang Soesatyo, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijaksanaan strategisnya dalam menghapus utang jutaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Bambang, langkah ini merupakan awal yang baik untuk merevitalisasi dunia usaha nasional.
“Penghapusan utang ini adalah langkah heroik yang menunjukkan kepedulian nyata Presiden terhadap UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Kebijakan ini patut diapresiasi karena menjadi titik awal kebangkitan UMKM setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan berat,” ujar Bambang di Jakarta.
Bambang Soesatyo menekankan bahwa UMKM telah terbukti menjadi pilar ketahanan ekonomi nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai lebih dari 60 persen. Selain menciptakan lapangan kerja, UMKM juga mampu memberdayakan komunitas lokal untuk terlibat dalam berbagai kegiatan produktif.
Namun, Bambang mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, UMKM Indonesia menghadapi tantangan berat, termasuk dampak pandemi Covid-19 dan serbuan produk impor murah. Dari total 64,2 juta unit UMKM, hampir 48,6 persen telah gulung tikar, sebagian besar disebabkan oleh penurunan permintaan domestik akibat produk impor dengan harga dumping.
Melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 47/2024, pemerintah menghapus piutang macet bagi lebih dari satu juta pelaku UMKM dengan nilai total mencapai Rp 14 triliun. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban UMKM yang telah lama terhimpit kredit macet.
“Dengan penghapusan kredit macet ini, pelaku UMKM memiliki peluang untuk bangkit dan kembali berkontribusi bagi ekonomi nasional. Ini adalah kebijakan yang patut disyukuri oleh komunitas UMKM,” jelas Bambang.
Bambang, yang juga Ketua MPR RI ke-15, mendorong pemerintah untuk melanjutkan perhatian khusus kepada sektor UMKM. Ia berharap para menteri ekonomi dapat merancang kebijakan lanjutan yang memberi ruang lebih besar bagi UMKM untuk bangkit dari keterpurukan.
“KADIN Indonesia percaya bahwa UMKM memegang peran kunci dalam memulihkan ekonomi nasional. Kebijaksanaan Presiden Prabowo harus diikuti dengan langkah nyata dari kementerian terkait untuk memperkuat ekosistem UMKM dan melindungi mereka dari ancaman eksternal,” pungkasnya.
Kebijakan penghapusan utang UMKM ini memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendukung dunia usaha. Dengan langkah strategis ini, UMKM diharapkan mampu kembali menjadi penggerak utama ekonomi Indonesia.

