Minke.id – Perkembangan teknologi yang pesat di era digital membawa banyak inovasi, terutama dalam sektor ekonomi. Salah satu inovasi yang terus berkembang adalah pemanfaatan platform marketplace untuk meningkatkan nilai jual produk dalam jumlah besar.
Di Desa Kemiri, Pacet, Mojokerto, program digitalisasi pemasaran kini diterapkan pada produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yakni keripik ubi dari Family Snack. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKNP Umsida dan UMKM Family Snack yang bertujuan memperkenalkan produk secara lebih luas melalui pemasaran digital.
Ketua KKNP 58, Prabu Rama Gading, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan produktivitas mitra usaha melalui pendampingan serta pengembangan produk berbasis digital.
“Digitalisasi marketing sangat penting bagi pelaku UMKM agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, kami membantu UMKM Family Snack dalam memasarkan produk mereka melalui marketplace Facebook,” ujar Prabu.
Family Snack sendiri telah memproduksi keripik ubi selama lebih dari 20 tahun. Awalnya, produk ini dijual di sekitar desa, pasar daerah Pacet, dan tempat wisata. Namun, karena kendala seperti kerusakan akibat cuaca dan kurangnya pengawasan di tempat wisata, mereka akhirnya mengubah strategi penjualan dengan menyediakan produk dalam kemasan besar (1 ball berisi sekitar 2-3 kg), yang kini sudah dipasarkan hingga Surabaya dan Sidoarjo.
Yuli Agus Winantoro, pemilik Family Snack, menjelaskan bahwa produk keripik ubi ini diolah secara alami tanpa menggunakan mesin.
“Kami menggunakan alat sederhana untuk mengolah keripik ubi. Setiap hari, kami mampu memproduksi sekitar 10 hingga 12 ball dengan berat total 45 kg,” ungkap Win.
Proses produksi dimulai dengan mengupas dan membersihkan ubi ungu, kemudian mengirisnya tipis. Setelah itu, ubi digoreng dua kali selama 10-12 menit untuk menghasilkan tekstur yang renyah. Setelah penggorengan, keripik ditiriskan dan ditambahkan bumbu alami seperti bawang dan garam sebelum dikemas.
Dalam menjalankan bisnisnya, Win dibantu oleh tiga karyawan yang merupakan warga sekitar. Namun, tantangan utama dalam produksi ini adalah harga bahan baku yang fluktuatif akibat kondisi cuaca yang memengaruhi panen ubi.
Sebelumnya, Family Snack belum memanfaatkan marketplace untuk menjual produk mereka. Melalui program ini, mahasiswa KKNP Umsida membantu pembuatan akun Facebook untuk pemasaran serta memberikan edukasi mengenai strategi digital marketing.
Ketua divisi UMKM, Reno Arby Faniansa, menambahkan bahwa pemasaran digital memiliki banyak keuntungan, salah satunya adalah efisiensi biaya.
“Kami menggunakan strategi pemasaran dengan memberikan diskon dan gratis ongkir bagi pelanggan yang membeli melalui marketplace. Dengan cara ini, pelanggan bisa mendapatkan produk dengan mudah tanpa perlu datang langsung ke toko,” jelas Reno.
Dengan pemanfaatan teknologi digital, UMKM seperti Family Snack kini dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan secara signifikan. Langkah ini menjadi bukti bahwa digitalisasi adalah solusi strategis bagi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan di era modern.

