Minke.id – Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp12,1 triliun sepanjang tahun 2024, dengan fokus utama pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp7,4 triliun atau 61,2 persen disalurkan kepada sektor UMKM, menunjukkan komitmen kuat bank terhadap pengembangan sektor usaha rakyat.
Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menjelaskan bahwa pertumbuhan pinjaman Bank Sampoerna sebesar 6,2 persen ini melampaui rata-rata industri perbankan untuk segmen UMKM yang hanya tumbuh 3,4 persen.
“Meski sebagian besar pertumbuhan kredit perbankan nasional berasal dari sektor non-UMKM, kami tetap berkomitmen untuk terus memberdayakan UMKM sebagai pilar ekonomi Indonesia,” ujar Henky dalam keterangan resmi, Selasa (8/4/2025).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai mitra seperti fintech, multifinance, dan koperasi yang telah berkolaborasi melalui ekosistem digital untuk mendorong pertumbuhan UMKM.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Sampoerna meningkat menjadi Rp13,3 triliun, tumbuh 4,1 persen dari tahun sebelumnya. Loan to Deposit Ratio (LDR) pun tetap terjaga pada level sehat yakni 90,8 persen, mencerminkan pengelolaan likuiditas yang optimal.
Bank juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp15 miliar pada 2024. Meski mencatatkan beban penurunan nilai (impairment) senilai Rp281 miliar, atau naik 35 persen dari tahun sebelumnya, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga dengan Gross NPL di angka 3,8 persen dan Net NPL di 2 persen.
CEO Bank Sampoerna, Ali Yong, menegaskan komitmen bank untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, terutama di tengah potensi tantangan ekonomi tahun 2025.
“Kami menyadari pentingnya pembiayaan bagi keberlangsungan UMKM. Dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 28,4 persen, kami siap memperluas layanan dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha,” kata Ali.
Tak hanya fokus pada pembiayaan, Bank Sampoerna juga memperluas inovasi digital melalui pendekatan Bank as a Service (BaaS). Sepanjang 2024, tercatat lebih dari 24 juta transaksi digital dengan total nilai hampir Rp140 triliun, meningkat 35 persen dari tahun sebelumnya.
Bank juga aktif meningkatkan literasi keuangan melalui Sampoerna Fest, yang pada tahun ini akan menjangkau lebih banyak kota besar di Indonesia dengan target utama generasi milenial dan Gen Z.
“Kami ingin generasi muda Indonesia lebih melek keuangan digital dan mampu memanfaatkan solusi finansial modern untuk mencapai tujuan hidup mereka,” tutup Ali.

