Minke.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu langkah strategisnya adalah dengan menyulap kawasan lapangan desa menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Desa Tampingmojo, Nurus Sa’adah, mengungkapkan bahwa pemanfaatan lapangan desa ini merupakan bentuk inovasi Pemdes agar fasilitas publik tidak hanya digunakan untuk kegiatan olahraga, tetapi juga bisa menjadi ruang pemberdayaan ekonomi.
“Jadi selain digunakan untuk berolahraga, masyarakat juga dapat memanfaatkan lapangan desa untuk menggerakkan perekonomiannya secara mandiri,” ujarnya.
Langkah ini mulai diwujudkan melalui event Gebyar Ramadan, yang berlangsung meriah dan disambut antusias oleh warga. Event tersebut diikuti oleh 48 pelaku UMKM Tampingmojo serta dimeriahkan oleh berbagai lomba seperti azan, hafalan Alquran, hingga karaoke.
Melihat tingginya minat dan potensi yang ada, Pemdes Tampingmojo berencana mengembangkan kawasan lapangan desa menjadi area terintegrasi antara sentra UMKM dan ruang bermain anak (playground).
“Kami telah merencanakan pembangunan fasilitas penunjang secara bertahap untuk memaksimalkan kenyamanan para pengunjung,” imbuh Nurus.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemdes juga melakukan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kencana Desa Tampingmojo. Pokdarwis ini telah dikukuhkan langsung oleh Disporapar Kabupaten Jombang dan menjadi salah satu yang aktif di wilayah tersebut.
Desa Tampingmojo sendiri dikenal sebagai sentra beragam produk UMKM seperti kerupuk bawang, opak gulung, rempeyek, rengginang, hingga jamu tradisional.
“Keunikan serta daya tarik dari produk UMKM warga kami adalah proses produksinya yang mayoritas masih dilakukan secara manual. Ini nilai tambah yang ingin kami dorong agar makin dikenal luas,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah ini, Pemerintah Desa Tampingmojo berharap UMKM lokal terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

