Minke.id – Wali Kota Batu, Nurochman, menekankan pentingnya sinergisitas antara Pemerintah Kota Batu dan legislatif dalam mempercepat pembangunan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sumber daya manusia (SDM), serta penataan infrastruktur jangka panjang.
Dalam keterangannya pada Selasa (21/5), Nurochman menyebut bahwa kolaborasi ini merupakan kunci untuk mengakselerasi pertumbuhan daerah secara berkelanjutan. “Misalnya, kalau anggota dewan ingin mempromosikan produk UMKM dari dapil masing-masing, silakan dikerjasamakan dengan pemerintah,” ujar Nurochman.
Nurochman menambahkan bahwa penguatan sinergi antar lembaga bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, namun tetap berpihak pada kelestarian lingkungan dan kepatuhan terhadap regulasi. “Apa arti investasi jika dalam jangka panjang merusak lingkungan? Investor harus mengikuti prosedur pemerintah, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran, DPRD Kota Batu diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyusun kebijakan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program prioritas.
Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Nurochman menyoroti pentingnya Program 1000 Sarjana yang telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Program itu bukan sekadar janji kampanye, tapi strategi konkret untuk menaikkan strata sosial masyarakat,” katanya.
Ia menekankan bahwa setiap percepatan pembangunan harus didukung dengan perencanaan matang agar terakomodasi dalam RPJMD dan laporan keuangan daerah (LKPD).
Pemerintah Kota Batu juga telah menetapkan empat isu strategis utama untuk lima tahun mendatang, yakni stunting, angka putus sekolah, ketidaksesuaian lulusan pendidikan dengan dunia kerja, dan pengangguran.
“Ini adalah tantangan besar yang memerlukan sinergi semua pihak, termasuk legislatif,” ucap Nurochman.
Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kota Batu berencana merumuskan pembangunan ruas jalan baru hasil kerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai solusi atas kemacetan saat musim liburan.
Tak hanya itu, sektor budaya, pariwisata, dan pertanian juga mendapat perhatian khusus sebagai pilar identitas sekaligus penggerak ekonomi lokal.

