Minke.id — Pemerintah Kota Kediri terus berkomitmen mendukung kemajuan pelaku UMKM melalui program sertifikasi halal gratis. Sebanyak 120 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti sosialisasi dan fasilitasi sertifikasi halal yang digelar di Balai Kota Kediri, Rabu (28/5). Program ini sepenuhnya dibiayai oleh APBD Kota Kediri sebagai wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha lokal.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan pentingnya sertifikasi halal sebagai jaminan produk yang sesuai syariat sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Sertifikasi halal adalah jaminan bahwa produk UMKM aman dikonsumsi oleh umat Muslim. Di tengah keberagaman kuliner Kota Kediri, ini menjadi nilai tambah yang signifikan,” ujar Mbak Wali, sapaan akrabnya.
Sejak 2019, Pemkot Kediri telah memfasilitasi 197 UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal. Namun, angka ini masih akan terus ditingkatkan. Vinanda mengimbau agar pelaku UMKM segera melengkapi dokumen dan mengikuti proses sertifikasi.
Menurut Kepala Disperindagin Kota Kediri, Wahyu Kusuma Wardani, SSTP, MM, program ini merupakan agenda tahunan yang kini difokuskan pada 120 UMKM terdaftar secara online. Tahun ini, proses assessment dilakukan secara langsung di lokasi.
Terdapat dua skema dalam fasilitasi sertifikasi halal ini, yakni Self-declare: untuk produk non-hewani, dengan subsidi biaya sebesar Rp230.000 per produk dan Mandiri: untuk produk hewani (daging, ayam, jeroan), dengan biaya mandiri hingga lebih dari Rp2 juta.
Proses ini dilakukan bekerja sama dengan UIN Malang yang memiliki laboratorium dan asesor tersertifikasi resmi.
“Setelah assessment awal hari ini, penerbitan sertifikat halal diperkirakan memakan waktu 2 hingga 3 bulan,” jelas Wahyu.
Pemkot Kediri juga memperluas dukungan sertifikasi halal untuk juru sembelih halal (juleh) di pasar tradisional. Langkah ini penting menjelang hari besar keagamaan, di mana proses penyembelihan harus sesuai standar syariat Islam.
“Profesionalisme juleh sangat penting untuk menjamin kehalalan dari hulu ke hilir,” tambah Wahyu.
Wali Kota Vinanda berharap program ini dapat menjadi langkah strategis memperkuat daya saing UMKM lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kediri.
“Semakin banyak UMKM bersertifikasi halal, semakin besar pula potensi ekonomi yang bisa kita dorong. Ini bagian dari strategi membangun ekonomi berbasis kemandirian dan kepatuhan syariat,” pungkasnya.

