Minke.id – Pameran EastFood & EastPack 2025 resmi digelar pada 12–15 Juni 2025 di Grand City Convex, Surabaya. Lebih dari sekadar ajang transaksi, pameran ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM naik kelas dengan mitra bisnis potensial melalui program business matching.
Daud, penyelenggara acara, menyebut bahwa pameran ini dirancang untuk mendukung perluasan distribusi produk dalam negeri menuju pasar global.
“Kami ingin menjembatani kebutuhan industri dari hulu ke hilir, termasuk teknologi pengemasan, farmasi, dan inovasi pangan,” ujarnya.
Dukungan penuh datang dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Ketua Umum Aprindo, Solihin, menegaskan komitmennya untuk mengangkat UMKM melalui sinergi antara ritel, asosiasi, dan pemerintah.
“UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional. Aprindo siap membuka akses pasar bagi mereka melalui lebih dari 23.000 gerai ritel di Indonesia, bahkan hingga Filipina,” ujar Solihin.
Aprindo bersama Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan kurasi nasional untuk menyeleksi produk UMKM yang akan masuk ke jaringan ritel modern. Produk terpilih akan mendapatkan eksposur luas guna meningkatkan daya saing.
Solihin menekankan pentingnya distribusi dalam strategi pemasaran UMKM.
“Banyak UMKM punya produk bagus dan promosi menarik, tetapi gagal masuk pasar karena distribusi tidak maksimal. Di sinilah kami hadir,” jelasnya.
Momentum ini juga akan ditandai dengan peringatan Hari Ritel Nasional dan HUT Aprindo, yang akan dihadiri pejabat tinggi negara pada pertengahan Juni 2025.
Pameran EastFood & EastPack 2025 juga menyuguhkan Chef’s Secret Culinary Studio Workshop, menghadirkan demo memasak dari chef nasional seperti Chef Bashiruddin, Chef Rudy, Chef Heru, dan Chef Muto.
Menu yang ditampilkan mencakup Beef Cheese Brioche, Tiramisu Velvet, hingga olahan khas Nusantara seperti Pempek Ikan dan Ayam Saus Jimbaran.
“Kami ingin menciptakan ruang inspirasi bagi generasi muda kuliner agar terus berinovasi dan siap bersaing secara global,” kata Daud.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur menjadi latar optimisme tersendiri. Data BPS Mei 2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5 persen YoY, tertinggi secara nasional. Kontribusi sektor makanan dan minuman bahkan menyumbang 41,32 persen dari industri pengolahan.
Menurut Ninik Margirini, Kepala UPT Industri Makanan, Minuman, dan Kemasan, pameran ini adalah peluang emas bagi UMKM untuk memahami teknologi terbaru dan meningkatkan daya saing.
“Mesin kemasan kini makin efisien dan ramah lingkungan. Ini penting agar UMKM bisa tampil profesional di pasar nasional maupun ekspor,” tegas Ninik.
Dengan dukungan berbagai pihak, EastFood & EastPack 2025 menghadirkan ratusan peserta dari dalam dan luar negeri. Selain memamerkan produk unggulan, pameran juga menyuguhkan solusi pengemasan inovatif, edukasi keamanan pangan, dan strategi ekspansi pasar.
“Kemasan bukan lagi pelindung produk, tapi identitas merek. Inilah yang kami dorong agar UMKM bisa naik kelas dan dikenal di pasar global,” pungkas Ninik.

