Minke.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menggerakkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai mitra strategis dalam memasarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar UMKM lokal melalui media digital dan literasi informasi.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep, Irwan Sujatmiko, menyampaikan bahwa KIM tidak hanya berfungsi sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai jembatan antara produsen UMKM dengan konsumen.
“KIM yang ada di Sumenep ini kami gerakkan untuk membantu mempromosikan produk UMKM, sekaligus menjadi jembatan informasi antara produsen dengan konsumen, sehingga pasar kerajinan dan olahan UMKM bisa lebih luas,” ujarnya.
Menurut Irwan, banyak pelaku UMKM di Sumenep yang belum mampu memanfaatkan jaringan internet untuk pemasaran. Karena itu, kehadiran KIM diharapkan menjadi solusi nyata dalam memperkenalkan produk lokal ke pasar digital.
“Dengan melibatkan KIM, kami yakin produk hasil kerajinan warga Sumenep bisa tersebar luas melalui media yang mereka kelola,” tambahnya.
Upaya ini tidak sebatas promosi online, tetapi juga pendampingan langsung. Pemkab Sumenep bersama KIM memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM, seperti pada kegiatan pelatihan produksi olahan hasil tangkapan ikan di Pulau Giligenting. Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya berasal dari masyarakat nelayan, tetapi juga perwakilan KIM yang ikut mendukung pemasaran produk.
Saat ini terdapat 12 Komunitas Informasi Masyarakat di Kabupaten Sumenep yang tersebar di 11 kecamatan. Seluruh KIM tersebut telah terverifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, memiliki struktur kepengurusan lengkap, dan aktif menjalankan kegiatan literasi media.
Pemkab Sumenep berharap dengan sinergi KIM dan UMKM, produk lokal tidak hanya diminati masyarakat sekitar, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas melalui pemasaran digital.

