Minke.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember mendorong Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, untuk lebih aktif memfasilitasi akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke lembaga jasa keuangan. Ajakan ini sejalan dengan deklarasi Situbondo sebagai “Kabupaten UMKM” pada Juli 2025.
Kepala OJK Jember, Mohammad Mufid, mengungkapkan bahwa Situbondo masih menempati posisi terendah kedua setelah Bondowoso dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah eks Karesidenan Besuki dan Lumajang (Sekar Kijang), yang meliputi Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang.
“Kami bersama Pemkab sebenarnya sudah memiliki Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Tinggal bagaimana program lembaga jasa keuangan, seperti kredit usaha, bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh UMKM di Situbondo,” kata Mufid saat kunjungan ke Situbondo, Selasa (16/9/2025).
Menurut data OJK Jember, penyaluran kredit di Situbondo baru mencapai 9,14 persen, menjadikannya yang terendah kedua setelah Bondowoso di kawasan Sekar Kijang.
OJK merekomendasikan agar lembaga jasa keuangan di Situbondo memperluas portofolio kredit dengan menjajaki sektor-sektor potensial lainnya. Bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN juga diminta untuk lebih gencar menyosialisasikan produk kredit, baik KUR maupun non-KUR.
“KUR punya bunga relatif murah. Seharusnya UMKM bisa lebih mudah mengakses itu. Himbara juga harus lebih aktif menjangkau pelaku usaha kecil,” tambahnya.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, sebelumnya telah mendeklarasikan Situbondo sebagai Kabupaten UMKM. Bahkan, melalui Perubahan APBD 2025, Pemkab mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk subsidi bunga pinjaman UMKM.
OJK menekankan bahwa agar bisa mendapatkan kredit, pelaku UMKM perlu memenuhi syarat dasar, seperti memiliki legalitas usaha, catatan keuangan, serta rekam jejak dan prospek bisnis yang jelas.
Sinergi antara Pemkab Situbondo, OJK, dan lembaga jasa keuangan diharapkan mampu memperluas akses permodalan, sehingga UMKM di Situbondo semakin tumbuh, mandiri, dan berdaya saing.

