Minke.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor makanan dan minuman (mamin). Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Pemkab menargetkan 200 pelaku usaha mamin memiliki sertifikat halal pada tahun 2026.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budiharto, menjelaskan bahwa program sertifikasi halal merupakan bagian dari upaya pembinaan dan fasilitasi legalitas bagi pelaku UMKM lokal. Tahun ini, pihaknya telah melakukan pendampingan kepada 105 pelaku usaha untuk memperoleh sertifikat halal.
“Bagi usaha makanan dan minuman, sertifikat halal bukan hanya syarat legalitas, tapi juga jaminan kepercayaan bagi konsumen. Karena itu, kami ingin memperluas cakupan pembinaan agar semakin banyak pelaku usaha yang tersertifikasi,” ujar Tri Agus.
Selain program sertifikasi, dinas juga memberikan pelatihan manajemen usaha, branding, hingga pemasaran digital, agar pelaku UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami tidak ingin hanya mendorong kewajiban administratif, tapi juga memastikan pelaku usaha benar-benar naik kelas,” tambahnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Suyanto, menilai langkah Pemkab Pasuruan sebagai strategi yang tepat. Menurutnya, sertifikat halal tidak hanya meningkatkan kepercayaan pembeli, tetapi juga membuka peluang produk UMKM masuk ke pasar modern.
“Saya apresiasi langkah Pemkab Pasuruan yang tidak hanya mewajibkan pelaku usaha mamin punya sertifikat halal, tapi juga memfasilitasi. Ini sangat membantu pelaku usaha, terutama yang baru merintis. Asalkan sosialisasinya bisa lebih masif,” ujarnya.
Agus menambahkan, saat ini terdapat sekitar 150 pelaku usaha makanan dan minuman yang tergabung dalam klaster HIAS UMKM. Namun, jumlah pelaku usaha rumahan yang belum tergabung maupun belum memiliki legalitas usaha, termasuk sertifikat halal, masih jauh lebih banyak.
“Potensinya besar sekali. Kalau pemerintah daerah bisa terus memberikan pendampingan dan fasilitasi seperti ini, saya yakin sektor mamin di Pasuruan akan tumbuh pesat,” pungkasnya.

