Minke.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, menegaskan bahwa kreativitas merupakan kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah produk UMKM, terutama di era ekonomi digital. Dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan aplikasi desain Canva yang digelar di Nganjuk, Banyu menyebut bahwa ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan ekonomi baru.
“Ekonomi kreatif atau ekraf adalah the new engine of growth, mesin pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Banyu dalam keterangannya di Mojokerto, Minggu.
Menurut Banyu, kreativitas membantu pelaku UMKM bersaing lebih kuat di pasar digital. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan platform desain seperti Canva.
“Dengan kreativitas pasti ada jalan. Canva memudahkan siapa pun—dari yang tua hingga anak kecil—untuk membuat desain menarik dan meningkatkan daya jual produk,” jelasnya.
Banyu Biru menyebut peserta pelatihan dibekali keterampilan membuat materi visual untuk promosi, branding, dan pemasaran digital. Hal ini penting agar produk UMKM mampu bersaing di e-commerce dan media sosial.
“Platform digital adalah mesin penggerak UMKM. Konten visual harus kuat. Canva membuat proses itu lebih sederhana dan bisa dipelajari semua generasi,” tegasnya.
Pelatihan tersebut diikuti pelaku UMKM lintas generasi dari berbagai sektor. Melalui pelatihan ini, Banyu berharap UMKM dapat meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Selain membahas digitalisasi UMKM, Banyu Biru juga menyoroti potensi besar wilayah Nganjuk dari sisi sejarah dan kebudayaan. Penemuan fosil gajah purba disebut dapat dikembangkan menjadi geopark sekaligus destinasi wisata edukasi.
“Ini kekuatan sejarah yang luar biasa. Dari Marsinah hingga penemuan fosil gajah purba, semua bisa disinergikan membuka ruang ekonomi kreatif baru. Jika ekosistem pariwisata dan ekraf berkembang, UMKM pasti ikut bergerak naik,” katanya.
Pada kesempatan itu, Banyu turut mengangkat ketokohan Marsinah, aktivis buruh asal Nganjuk yang baru saja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Kisah perjuangan Marsinah dinilai memiliki nilai historis dan emosional kuat yang berpotensi menjadi branding daerah.
“Pak Selamet Raharjo menjadi sutradara film Marsinah: Cry Justice atau Pekik Tangis Keadilan. Film itu mendapat apresiasi saat tayang pertama kali di Busan International Film Festival tahun 2001,” jelas Banyu.
Banyu Biru berharap pengembangan ekonomi kreatif dan digitalisasi UMKM terus berlanjut di Kabupaten Nganjuk dan Mojokerto. Menurutnya, sinergi antara potensi sejarah, pariwisata, dan kreativitas merupakan fondasi penting untuk membangun ekonomi masa depan.
Dengan peningkatan kemampuan digital, terutama dalam hal visual marketing, produk UMKM diharapkan semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

