iniSO.co – Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran terus menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir Surabaya. Kawasan wisata unggulan ini tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Obyek Wisata THP Kenjeran, Herry Purwadi, menegaskan bahwa keberadaan THP Kenjeran memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
“UPTD Kenjeran menyediakan lahan dan fasilitas usaha bagi pelaku UMKM. Fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Herry Purwadi, Senin (29/12/2025).
Menurut Herry, penempatan pelaku UMKM di kawasan wisata THP Kenjeran dilakukan secara bergiliran dan terjadwal. Skema ini diterapkan untuk menciptakan pemerataan kesempatan berusaha, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu.
“Dengan sistem bergilir, seluruh UMKM memiliki peluang yang sama untuk berjualan dan mendapatkan penghasilan. Kami ingin dampak ekonomi dirasakan secara adil,” jelasnya.
Kenjeran Beach Festival Dongkrak Kunjungan Wisata
Setiap akhir pekan, tepatnya Sabtu dan Minggu, pengelola rutin menggelar Kenjeran Beach Festival. Agenda ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk berkunjung ke THP Kenjeran.
“Setiap Sabtu dan Minggu digelar Kenjeran Beach Festival. Agenda rutin ini terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisata,” ucap Herry.
Beach Festival tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang usaha tambahan bagi UMKM lokal. Meningkatnya jumlah pengunjung berdampak langsung pada kenaikan omzet pedagang.
“Produk UMKM yang dijual sangat beragam, mulai dari kuliner, minuman, hingga produk kreatif lainnya,” tambahnya.
Selain UMKM, dampak positif sektor pariwisata THP Kenjeran juga dirasakan oleh nelayan dan pedagang hasil laut. Ramainya wisatawan mendorong meningkatnya permintaan ikan dan hasil laut segar.
Namun demikian, Herry mengakui terdapat sejumlah tantangan yang memengaruhi aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, seperti kondisi cuaca dan pasang surut air laut.
“Cuaca ekstrem dan pasang surut laut menjadi kendala utama. Hujan di akhir pekan juga dapat menurunkan minat wisatawan, sehingga berdampak pada omzet penjualan UMKM dan pedagang,” pungkasnya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya menjadikan THP Kenjeran sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

