iniSO.co – Distribusi beras Sintanur asal Kabupaten Bondowoso terus bergerak dinamis mengikuti kebutuhan pasar ritel modern. Pada Senin (29/12/2025), satu kontainer berisi sekitar 25 ton beras resmi diberangkatkan untuk memenuhi pasokan ke jaringan Indomaret.
Pengiriman ini menjadi bagian dari strategi suplai beras regional yang menyesuaikan kebutuhan pasar, sekaligus memperkuat posisi Bondowoso sebagai daerah penghasil beras bermutu.
Beras Sintanur tersebut dikirim ke sejumlah depo utama Indomaret yang tersebar di Malang, Sidoarjo, Semarang, dan Yogyakarta. Jalur distribusi ini dirancang untuk menjaga ketersediaan stok di tingkat ritel modern agar tetap stabil, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi.
Skema distribusi regional dinilai efektif dalam memastikan pasokan beras tetap lancar tanpa mengganggu keseimbangan stok di daerah lain.
Direktur PT Samudera Indo Pangan Bondowoso, Tony Tantra Hadiyanto, mengungkapkan bahwa volume pengiriman saat ini masih sebagian kecil dari total kebutuhan nasional.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, permintaan dari Indomaret se-Indonesia pada hari ini bisa mencapai sekitar 160 ton,” ujar Tony.
Angka tersebut menunjukkan peluang pasar yang besar bagi beras Sintanur, khususnya dari wilayah Bondowoso.
Tony menjelaskan, pasokan beras Sintanur berasal dari pola kemitraan antara perusahaan dan petani lokal. Dalam skema ini, perusahaan menyediakan benih padi, sementara petani menjalankan proses budidaya hingga panen.
Hasil panen kemudian diserap perusahaan dengan harga yang lebih stabil dibandingkan mekanisme pasar bebas, sehingga memberikan kepastian usaha bagi petani.
Kualitas beras Sintanur juga sangat dipengaruhi oleh kondisi agroklimat. Wilayah Bondowoso yang berada di dataran tinggi dinilai memiliki keunggulan dari sisi intensitas sinar matahari dan suhu udara.
“Kondisi tersebut berdampak pada mutu beras, baik secara fisik maupun cita rasa. Hasil panen dari Bondowoso relatif konsisten dan mudah diterima pasar, terutama ritel modern,” jelas Tony.
Ke depan, PT Samudera Indo Pangan berharap adanya sinergi yang lebih terstruktur dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan dan perluasan lahan pertanian.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan produksi, sekaligus memperkuat Bondowoso sebagai sentra beras berkualitas di tingkat regional maupun nasional.

