iniSO.co – Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung sekaligus anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Jairi Irawan, mengambil langkah konkret dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengunjungi Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Selasa (20/1).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperluas akses pemasaran produk-produk unggulan UMKM Tulungagung, agar mampu menembus pasar provinsi, nasional, hingga internasional.
Jairi tiba sekitar pukul 08.00 WIB dan diterima langsung oleh Kepala Bagian Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Haryo Bimo B. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas proses kurasi produk UMKM serta strategi penguatan jejaring pemasaran bagi pelaku usaha asal Tulungagung yang dinilai memiliki potensi besar.
Sejumlah produk khas “Kota Marmer” Tulungagung turut diperkenalkan, di antaranya Teh Mbah Djie, Batik Kalisong, Kopi Mbah Badi Sendang, hingga Susu Sapi Beku Pasteurisasi. Produk-produk ini mencerminkan keberagaman sektor UMKM, mulai dari perkebunan, kerajinan, hingga olahan hasil peternakan.
Jairi menegaskan bahwa pendampingan UMKM merupakan bagian penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Ia berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat membuka peluang bagi produk lokal Tulungagung untuk masuk ke jaringan ritel modern, pameran berskala nasional, hingga pasar ekspor.
“Kami ingin produk-produk unggulan Tulungagung tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga memiliki ruang di tingkat nasional. UMKM harus terus didorong agar naik kelas, salah satunya melalui dukungan akses pemasaran dari pemerintah provinsi,” ujar Jairi.
Dinas Koperasi Jatim Siap Dampingi UMKM Tulungagung
Sementara itu, Haryo Bimo B menyambut positif inisiatif yang dilakukan Jairi Irawan. Ia menyatakan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur siap memberikan arahan terkait peningkatan kualitas, kemasan, serta standardisasi produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
Menurutnya, UMKM daerah memiliki peluang besar selama mampu memenuhi standar mutu dan kebutuhan pasar.
Ke depan, Jairi Irawan juga berharap Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur dapat memfasilitasi pertemuan antara pelaku UMKM dan investor melalui program “Meet the Investor”.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk membuka akses permodalan sekaligus mempercepat produk-produk unggulan Tulungagung agar mampu menembus pasar nasional dan internasional.
“Jika UMKM dipertemukan langsung dengan investor, peluang untuk berkembang dan ekspansi pasar akan semakin terbuka,” pungkasnya.

