iniSO.co – Kepala BP Rebana sekaligus presenter nasional, Helmy Yahya, mengapresiasi perkembangan pesat pabrik kosmetik di Tulungagung, PT Mash Moshem Indonesia, yang kini berhasil menembus pasar internasional sekaligus tetap bermitra dengan UMKM.
Apresiasi tersebut disampaikan Helmy Yahya usai menjadi pembicara dalam Seminar Economic Outlook 2026 di pabrik PT Mash Moshem Indonesia, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Sabtu (24/1) sore.
“Mari kita dukung di tengah serbuan investor dari China dan Korea. Kita dukung pabrik bangsa kita sendiri. Pabrik di Tulungagung ini bagus, keren banget, higienis dan bersih,” ujarnya.
Helmy Yahya menjelaskan, dalam industri kecantikan modern banyak brand besar tidak memproduksi sendiri produknya. Mereka lebih fokus pada branding dan distribusi, sedangkan proses produksi dilakukan perusahaan khusus atau industri maklon kosmetik, seperti PT Mash Moshem Indonesia Tulungagung.
“Banyak brand besar tidak melakukan produksi sendiri. Soal produksi diserahkan pada perusahaan khusus seperti PT Mash Moshem Indonesia,” jelas pria yang dijuluki Raja Kuis Indonesia itu.
Ia juga menilai keberadaan pabrik kosmetik di Tulungagung ini menjadi potensi besar untuk mendorong aglomerasi ekonomi daerah, terutama karena berdiri di wilayah kabupaten yang belum banyak dilirik investor besar.
Sementara itu, CEO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia Setri, mengungkapkan perusahaannya tidak hanya memasok brand nasional dan internasional, tetapi juga aktif mendampingi UMKM kosmetik.
“UMKM sangat kami bantu. Kita sama-sama tumbuh dari kecil, sampai besar pun tetap bersama,” ujarnya.
Filia yang merupakan asli Tulungagung menyebut, perusahaannya melayani pemesanan produk dari UMKM mulai 100 pieces saja.
“Ini untuk menjembatani UMKM bermodal minim agar bisa naik kelas. Dengan 100 pieces sudah bisa punya brand sendiri, dengan kisaran biaya mulai Rp10 juta,” tambahnya.
Skema tersebut membuka peluang besar bagi pelaku UMKM kecantikan untuk memiliki merek sendiri tanpa harus memiliki pabrik.
Saat ini, PT Mash Moshem Indonesia Tulungagung menangani produksi sedikitnya 1.700 brand di dalam dan luar negeri dengan sekitar 7.000 SKU produk. Varian yang diproduksi meliputi skincare, body care, make up, hair care, hingga baby care.
Perusahaan yang berdiri sejak 2011 ini kini telah mengembangkan operasional ke Surabaya dan Jakarta. Total tenaga kerja yang terserap mencapai 300 orang, masing-masing sekitar 150 pekerja di Tulungagung serta 150 lainnya di Surabaya dan Jakarta.
Kehadiran industri maklon kosmetik ini dinilai tidak hanya mengangkat nama Tulungagung sebagai sentra industri kosmetik, tetapi juga memperkuat ekosistem UMKM dan industri kecantikan nasional.

