iniSO.co – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Warung Naik Kelas (Wenak). Kali ini, bantuan diberikan kepada Saimah (57), warga Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (23/2/2026).
Program Wenak Banyuwangi tersebut bertujuan membantu pelaku usaha mikro agar lebih berkembang melalui dukungan peralatan usaha, modal, hingga legalitas usaha. Saimah yang telah sekitar dua tahun berjualan makanan ringan rumahan menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut.
Saimah memproduksi berbagai camilan seperti marning jagung, keripik pisang, kacang pletek, hingga ladrang. Usaha rumahan itu menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga yang terus ia tekuni meski dengan keterbatasan peralatan.
Bupati Ipuk mengatakan, program Wenak dirancang untuk mendorong warung rakyat agar bisa naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat. Menurutnya, banyak pelaku usaha kecil yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang jika mendapatkan dukungan yang tepat.
“Karena itu kita dorong melalui program Wenak. Mudah-mudahan dengan bantuan alat usaha ini, usahanya semakin lancar dan bisa semakin berkembang,” kata Ipuk.
Selain bantuan peralatan, setiap penerima juga mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp1 juta. Dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas peralatan, menambah stok dagangan, maupun memperbaiki usaha yang sudah berjalan. Para penerima juga difasilitasi untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha.
“Program Wenak memang ditujukan bagi usaha mikro dari keluarga kurang mampu. Data penerima diusulkan oleh desa atau kelurahan, lalu diverifikasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan,” tambahnya.
Saimah mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut karena dapat membantu memperbaiki peralatan memasak yang mulai rusak. Ia berharap usahanya semakin lancar dan mampu membantu perekonomian keluarga.
“Alhamdulillah. Kebetulan ada peralatan memasak saya yang mulai rusak. Dengan bantuan ini, saya tidak perlu membeli lagi peralatan yang rusak,” ungkap Saimah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi Nanin Oktaviantie menambahkan, penerima bantuan program Wenak merupakan pelaku usaha yang berbeda setiap tahunnya. Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan yang menyalurkan dana tanggung jawab sosial (CSR).
Sebagai informasi, sejak diluncurkan pada 2021 hingga 2025, program Wenak telah menyasar sekitar 1.559 warung rakyat di Banyuwangi. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat kecil sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM daerah secara berkelanjutan.

