iniSO.co – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Arizal Tom Liwafa, resmi meraih gelar doktor dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya setelah meneliti inovasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkelanjutan di Indonesia.
Arizal dinyatakan lulus dan menyandang gelar Doktor Ilmu Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) usai mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang digelar di Kampus Pascasarjana Unair, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026).
Dalam disertasi berjudul “Pengaruh Entrepreneurial Orientation dan Knowledge Transfer Terhadap Innovation Aesthetics dan Sustainable Competitive Advantage”, Arizal mengkaji pengaruh orientasi kewirausahaan dan transfer pengetahuan terhadap inovasi estetika serta keunggulan kompetitif berkelanjutan, khususnya pada sektor UMKM nasional.
“Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana perusahaan, terutama UMKM, dapat terus berinovasi dan bersaing secara berkelanjutan di era yang semakin kompetitif,” ujar Arizal usai sidang terbuka.
Ia menjelaskan, inovasi estetika menjadi salah satu kunci agar produk UMKM mampu bertahan dan tidak tergerus persaingan pasar.
“Bahasa sederhananya, sebagai entrepreneur kita harus terus berinovasi. Inovasi estetika ini membuat UMKM punya daya saing jangka panjang,” katanya.
Menurut Arizal, wirausaha perlu memiliki orientasi inovatif, proaktif, serta keberanian mengambil risiko agar mampu bertahan di tengah dinamika pasar.
Ia juga menyoroti masih terbatasnya riset dan pemanfaatan media sosial oleh pelaku UMKM. Namun demikian, perkembangan platform digital dan marketplace dinilai membuka peluang besar untuk memperluas akses pasar, baik nasional maupun internasional.
“Platform digital memberi kesempatan UMKM menjangkau pasar lintas daerah hingga mancanegara,” ujarnya.
Dalam proses akademiknya, Arizal menargetkan hasil penelitiannya dapat dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1.
“Saya memilih mengejar kualitas. Jurnal Q1 diverifikasi secara internasional dan melalui audit akademik global, sehingga prosesnya memang lebih panjang,” jelasnya.
Meski telah meraih gelar doktor, Arizal mengaku akan beristirahat sejenak dari aktivitas akademik sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Harapannya, riset ini tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pengembangan UMKM dan perekonomian nasional,” pungkasnya.

