iniSO.co – PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim memaparkan capaian kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dalam rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) BUMD di Malang, Jum’at (27/2/2026). Perseroan mencatat pertumbuhan laba signifikan, perbaikan kualitas aset, serta menyiapkan penguatan permodalan guna mendorong ekspansi pembiayaan UMKM di Jawa Timur.
Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, menyatakan kinerja 2025 menunjukkan tren pemulihan yang kuat dibanding periode sebelumnya.
“Kinerja tahun 2025 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Laba sebelum pajak tercatat Rp36,829 miliar atau tumbuh 31,29 persen secara year on year,” ujar Irwan dalam rapat tersebut.
Selain pertumbuhan laba, kualitas aset juga mengalami perbaikan. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun dari 9,94 persen menjadi 7,54 persen dan ditargetkan mencapai 5 persen pada 2026.
Irwan menjelaskan, pada 2023 perseroan sempat mengalami tekanan laba akibat penyesuaian kolektibilitas kredit restrukturisasi Covid-19. Namun, pada 2025 rasio profitabilitas dan efisiensi kembali membaik.
Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 1,00 persen, sementara rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 90,71 persen.
Dari sisi intermediasi, Bank UMKM Jatim menyalurkan kredit sebesar Rp3,109 triliun atau 93,65 persen ke sektor produktif dengan total 54.697 nasabah. Sektor perdagangan menjadi penerima terbesar dengan porsi 35,15 persen, disusul pertanian 20,84 persen dan peternakan 8,60 persen. Total debitur kredit tercatat sebanyak 59.503 nasabah.
“Ini menunjukkan komitmen kami menjalankan amanat Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa untuk terus mendukung UMKM melalui pembiayaan yang terjangkau,” tegas Irwan.
Bank UMKM Jatim juga memperkuat dukungan terhadap program strategis daerah melalui Kredit Prokesra, Dagulir, serta Paket Kredit Petani Jawa Timur (PKPJ). Hingga akhir 2025, Kredit Prokesra tersalurkan Rp860,745 miliar kepada 58.347 debitur, sementara PKPJ mencapai Rp2,231 triliun kepada 28.538 debitur.
Sebagai BUMD milik Pemprov Jatim, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut meningkat. Setoran dividen tahun buku 2025 yang akan dibayarkan pada 2026 tercatat Rp13,072 miliar, naik 35,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kumulatif sejak 2002 hingga 2025, total PAD yang disetorkan mencapai Rp163,436 miliar.
Dalam forum tersebut, manajemen juga menyampaikan rencana penguatan permodalan melalui tambahan modal sebesar Rp500 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk ekspansi kredit dan penguatan struktur pendanaan Rp350 miliar, penguatan infrastruktur dan digitalisasi layanan Rp50 miliar, serta penguatan likuiditas Rp100 miliar.
“Kami memandang evaluasi Pansus sebagai bentuk kepedulian DPRD terhadap tata kelola BUMD. Bank UMKM Jatim berkomitmen menjaga kinerja sehat, memperluas akses pembiayaan UMKM, dan memastikan dukungan modal berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Irwan.

