iniSO.co – Kawasan Pertokoan Simpang Tiga Mojongapit bersiap mengalami transformasi besar. Tidak hanya sebagai pusat layanan publik, kawasan ini akan dikembangkan menjadi zona ekonomi kreatif berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Rencana tersebut tertuang dalam masterplan yang saat ini tengah menunggu persetujuan Bupati Jombang. Jika disahkan, proyek ini akan menjadi salah satu penataan kawasan strategis di Jombang.
Kepala Bappeda Kabupaten Jombang, Hartono, mengungkapkan bahwa area belakang pertokoan akan difokuskan sebagai ruang khusus bagi pelaku UMKM.
“Di area belakang disiapkan ruang untuk UMKM Jombang. Konsepnya seperti food court, sehingga kawasan ini tidak hanya melayani administrasi masyarakat, tetapi juga memberi ruang tumbuh bagi UMKM,” jelasnya.
Konsep food court modern ini diharapkan mampu menarik pengunjung lebih luas. Masyarakat yang datang untuk mengurus administrasi juga bisa menikmati kuliner serta produk kreatif lokal dalam satu kawasan terpadu.
Menurut Hartono, integrasi ini akan menciptakan interaksi ekonomi baru sekaligus memperkuat daya tarik kawasan.
“Dengan begitu, Pertokoan Simpang Tiga Mojongapit tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan publik, tetapi juga menjadi magnet ekonomi kreatif yang ramah masyarakat,” tegasnya.
Selain pengembangan zona UMKM, masterplan juga mengusulkan pemindahan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jombang ke kawasan tersebut. Langkah ini bertujuan untuk memusatkan layanan publik dalam satu lokasi strategis.
“Pengembangan Simpang Tiga Mojongapit diarahkan menjadi kawasan multifungsi yang menggabungkan layanan publik, aktivitas ekonomi, dan ruang publik yang ramah masyarakat,” tambahnya.
Saat ini, kajian masih dalam tahap finalisasi dan menunggu persetujuan kepala daerah. Pemerintah berharap proyek ini dapat segera direalisasikan guna memperkuat ekonomi berbasis UMKM sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Jombang.
Jika terealisasi, kawasan Simpang Tiga Mojongapit diproyeksikan menjadi pusat aktivitas baru yang menggabungkan pelayanan, rekreasi, dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan terintegrasi.

