iniSO.co – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pentingnya penerapan konsep Smart City sebagai strategi meningkatkan daya saing sektor manufaktur dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Emil dalam kegiatan Site Visit dan Media Briefing Kementerian Keuangan Republik Indonesia bertema “Kemenkeu Dukung Sektor Padat Karya Dukung Pertumbuhan Ekonomi” di Nganjuk, Kamis (16/4/2026).
“Kalau berbicara soal smart city, sebenarnya kembali lagi bagaimana hal itu membawa manfaat untuk sektor manufaktur. Artinya, apabila smart city ini membuat pengelolaan infrastruktur kota menjadi semakin andal, pasti ada manfaatnya,” ujar Emil.
Ia mencontohkan penerapan sistem pembayaran berbasis QR Code sejak 2019 yang mempermudah layanan publik, termasuk pembayaran pajak kendaraan secara cashless. Menurutnya, kemudahan layanan publik akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas sektor usaha.
“Semakin kita mempermudah public services kepada masyarakat, produk kita pasti meningkat,” tambahnya.
Emil juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pengembangan UMKM. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya bersama ASEAN Foundation telah berdiskusi dengan ratusan pelaku UMKM terkait pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional hingga strategi promosi.
“Dulu ada program dari Kementerian Perindustrian untuk melakukan matching antara tech solution provider dan pelaku UMKM agar mereka bisa menggunakan digital technology dalam meningkatkan efisiensi,” jelasnya.
Menurut Emil, peran pemerintah harus sebagai fasilitator agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional, termasuk dengan Singapura, dalam meningkatkan kapabilitas industri menghadapi revolusi industri keempat.
Lebih lanjut, Emil menyebutkan lima program strategis yang dibahas bersama Persatuan Insinyur Indonesia, antara lain pengembangan industri berbasis nilai tambah, penguatan rantai pasok, green development, serta sertifikasi sumber daya manusia (SDM) insinyur guna meningkatkan kepercayaan pasar.
Namun demikian, Emil juga mengingatkan adanya tantangan di sektor energi, khususnya distribusi LPG. Ia mengungkapkan adanya praktik penimbunan tabung LPG yang berpotensi memicu kepanikan masyarakat dan mengganggu aktivitas industri.
“Kalau masyarakat sudah panik, ini industri akan semakin sulit beroperasi. Tugas kita di situasi seperti ini adalah menjaga kondusivitas,” tegasnya.
Pemerintah daerah bersama Pertamina terus berupaya memastikan distribusi LPG berjalan lancar serta mencegah praktik yang dapat mengganggu stabilitas logistik.
Dengan penerapan konsep smart city dan pemanfaatan teknologi digital, Pemprov Jatim optimistis mampu meningkatkan daya saing industri dan UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

