iniSO.co – Bea Cukai terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional melalui berbagai program asistensi dan edukasi ekspor di sejumlah daerah.
Langkah tersebut dilakukan karena kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih tergolong rendah. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, kontribusi UMKM terhadap ekspor Indonesia baru mencapai sekitar 15,7 persen dari total ekspor nasional.
Padahal, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena mampu menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja dan menjadi penggerak utama ekonomi nasional.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekspor UMKM, Bea Cukai melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas dan daya saing produk agar mampu bersaing di pasar global secara berkelanjutan.
Bea Cukai Jagoi Babang misalnya, menggelar asistensi UMKM berorientasi ekspor bagi pelaku usaha di wilayah kerjanya pada Rabu (29/4/2026). Sementara itu, Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat mengadakan webinar UMKM Naik Kelas bertema “Strategi Cerdas UMKM Tembus Pasar Ekspor” pada Selasa (19/5/2026).
Di Malang, Bea Cukai Malang juga mengadakan kegiatan Ngopi (Ngobrol Pintar, Ngobrol Inspirasi) Ekspor dengan tema pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk membuka peluang pasar ekspor pada Rabu (29/4/2026).
Selain itu, Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan menyelenggarakan sosialisasi ekspor yang dirangkaikan dengan bazar UMKM pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi, kolaborasi, sekaligus promosi produk unggulan UMKM daerah.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan program asistensi tersebut bertujuan memastikan UMKM memiliki kesiapan menyeluruh dalam memasuki rantai perdagangan internasional.
Menurut Budi, para pelaku UMKM mendapatkan pemahaman mengenai peluang dan prosedur ekspor, strategi pengembangan usaha, hingga dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha.
“Kami berharap para pelaku UMKM mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara cerdas dan strategis, sehingga tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memperluas akses pasar ekspor secara berkelanjutan,” ujar Budi.
Pemerintah berharap berbagai program pendampingan tersebut mampu meningkatkan jumlah UMKM go international sekaligus memperbesar kontribusi ekspor UMKM terhadap perekonomian nasional.

