iniSO co – Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat pengembangan UMKM melalui program kemitraan antara usaha besar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah konkret yang didorong adalah kewajiban penyediaan minimal 30 persen area ekonomi di gerai ritel modern untuk produk lokal UMKM.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, saat membuka Sosialisasi Kemitraan antara Usaha Besar dengan UMKM yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Senin (8/6).
Kegiatan yang diikuti 90 pelaku usaha itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Ketua TP PKK Evariani Aminuddin, perwakilan DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Wali Kota Aminuddin menegaskan kemitraan usaha besar dan UMKM menjadi strategi penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Salah satu kebijakan yang kami dorong adalah penyediaan minimal 30 persen area ekonomi pada gerai ritel modern untuk produk-produk lokal. Dengan demikian, ratusan produk UMKM Kota Probolinggo memiliki kesempatan lebih luas untuk dipasarkan melalui jaringan toko swalayan modern,” ujarnya.
Menurut Aminuddin, Pemerintah Kota Probolinggo juga berkomitmen mempercepat regulasi yang mendukung pengembangan usaha serta memperluas akses pemasaran bagi UMKM. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan bisnis yang saling menguntungkan antara pelaku usaha besar dan UMKM.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Probolinggo Dyah Sajekti Widowati Sigit melalui Sekretaris DPMPTSP Imam Cahyadi menjelaskan sosialisasi tersebut bertujuan membangun kolaborasi strategis antara investor dan pelaku UMKM melalui prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.
Menurutnya, kemitraan usaha dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan inovasi produk, serta membuka peluang pembinaan dan pengembangan UMKM melalui dukungan perusahaan yang lebih besar.
Dalam kesempatan itu, Koordinator Tim Kerja Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Jawa Timur Norma Isnawati menyebut program kemitraan menjadi instrumen penting untuk mendorong UMKM naik kelas.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan UMKM dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, usaha besar, dan UMKM sangat penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi sekaligus mendukung pencapaian target investasi,” katanya.
Norma juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Melalui program kemitraan usaha besar dan UMKM ini, Pemkot Probolinggo berharap produk lokal semakin kompetitif, memiliki akses pasar yang lebih luas, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

