iniSO.co – Bea Cukai Malang memperkuat upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sinergi dengan akademisi Program Doktoral (S3) Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang. Kolaborasi ini difokuskan untuk memperdalam pemahaman mengenai regulasi kepabeanan serta strategi pengembangan UMKM ekspor agar mampu bersaing di pasar internasional.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui serangkaian diskusi dan pembelajaran yang berlangsung di Kantor Bea Cukai Malang pada 30 April, 6 Mei, dan 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan wawasan akademik sekaligus implementasi kebijakan di lapangan terkait pengembangan UMKM berorientasi ekspor.
Bea Cukai Malang dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai memiliki peran strategis dalam memfasilitasi kegiatan ekspor dan mendampingi pelaku usaha melalui berbagai program pembinaan. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Klinik Ekspor, yang memberikan pendampingan mulai dari edukasi regulasi hingga praktik ekspor secara langsung.
Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores, mengatakan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi antara akademisi dan pemerintah mampu melahirkan pemahaman yang lebih aplikatif, sekaligus mendorong UMKM Indonesia semakin siap bersaing di pasar internasional,” ujar Johan Pandores.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperkaya perspektif akademis, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai implementasi kebijakan kepabeanan dan fasilitasi ekspor yang dijalankan pemerintah.
Melalui kerja sama ini, Bea Cukai Malang berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memahami prosedur ekspor, memanfaatkan fasilitas yang tersedia, serta mampu memperluas akses pasar ke berbagai negara. Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan perdagangan internasional.

