iniSO.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 sebagai strategi memperkuat daya saing komoditas kopi, teh, cokelat, dan rempah Indonesia sekaligus memperluas pasar ekspor. Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan tahun kelima ini berlangsung di Balai Pemuda Surabaya pada 17–19 Juli 2026.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, mengatakan JCFF menjadi salah satu upaya Bank Indonesia untuk mengoptimalkan potensi besar sektor perkebunan di Pulau Jawa agar mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Bank Indonesia setiap tahun menyelenggarakan JCFF karena kami menyadari potensi kopi, teh, cokelat, dan rempah di Pulau Jawa sangat besar. Produksi rempah di Jawa mencapai sekitar 789 ribu ton per tahun, sedangkan produksi kopi di Jawa Timur sekitar 53 ribu ton. Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing sekitar 25 ribu ton,” ujar Rifki di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, komoditas perkebunan tersebut memiliki peluang besar untuk menjadi andalan ekspor Indonesia di masa mendatang. Karena itu, JCFF tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga menjadi wadah peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada JCFF 2026, Bank Indonesia menghadirkan sekitar 50 UMKM binaan bersama mitra dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Sejumlah UMKM tersebut bahkan telah berhasil menembus pasar internasional, di antaranya ke Jerman dan Malaysia.
“Kita harus mendukung mereka karena ekonomi Indonesia ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengembangkan potensi ekonomi domestik. Komoditas yang memiliki keunggulan ekspor akan menjadi andalan Indonesia ke depan,” tegasnya.
Selain memberikan ruang promosi, Bank Indonesia juga melakukan pendampingan secara menyeluruh kepada UMKM, mulai dari penyediaan sarana produksi, pembibitan, proses produksi, pengemasan, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di dalam maupun luar negeri.
Di Jawa Timur, Bank Indonesia saat ini membina 376 UMKM yang bergerak pada dua sektor utama, yakni produk ketahanan pangan dan produk berorientasi ekspor.
Untuk mendukung perdagangan internasional, Bank Indonesia juga terus mendorong penerapan Local Currency Transaction (LCT), yaitu sistem transaksi menggunakan mata uang lokal antarnegara. Skema tersebut dinilai mampu mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar sekaligus memperlancar aktivitas ekspor para pelaku usaha.
Selama tiga hari pelaksanaan, Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari talkshow, workshop, bazar produk unggulan, hingga berbagai kompetisi bertema kopi, teh, cokelat, dan rempah yang melibatkan pelaku UMKM serta masyarakat umum.

