SURON.CO, Surabaya – Anggota DPR Komisi XI Indah Kurnia bersama Bank Indonesia menggelar diskusi publik dengan tema Sistem Transaksi Digital di Indonesia. Acara ini yang dihadiri oleh 100 pelaku UMKM di Hotel Papilio Surabaya.
Para pelaku UMKM yang menghadiri kegiatan tersebut terbagi di tiga wilayah di Surabaya, yaitu Kecamatan Sukolilo, Tegalsari, dan Wiyung. Peserta didominasi oleh Ibu-Ibu.
Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Dody Zulverdy menyampaikan bahwa segala sistem yang dibangun oleh Bank Indonesia harus mampu membuat perekonomian berjalan efisien. “Melalui QRIS ini diharapkan agar aktivitas perekonomian masyarakat pada era modern ini berjalan secara efisien,” Ujar Dody.
Pada kegiatan ini, Dody mengajak agar para pelaku UMKM dapat memanfaatkan dan menggunakan QRIS dalam bertransaksi. “Saat ini kami di Bank Indonesia berusaha meningkatkan pengguna QRIS, dari 26 juta menjadi 45 juta pada tahun ini,” ungkapnya.
Salah satu narasumber dari Bank Indonesia Jawa Timur, Defrialdy Bramasta menjelaskan bahwa QRIS merupakan cara pembayaran nirsentuh atau biasa disebut touchless. “Cukup dengan scan barkode saja,” Ucapnya.
Bram menyampaikan QRIS mempunyai banyak keuntungan bagi para merchant atau pedagang dalam melakukan transaksi. “Selain bisa mendapatkan credit profile, QRIS juga bisa mendatangkan keuntungan melalui berbagai tawaran promosi dari penyedia jasa pembayaran (PJP),” jelas Bram.
Anggota DPR Komisi XI Indah Kurnia dalam sambutannya berpesan agar pelaku UMKM terus mengedukasi diri mengenai hal yang bermanfaat terutama mengenai keuangan. “UMKM adalah soko guru perekonomian nasional, maka keberadaan UMKM harus terus dijaga dan ditingkatkan,” jelasnya.(*)

