SURON.CO, Mojokerto – Bukan hanya menerapkan sistem pelayanan yang efektif dan efisian, Kecamatan Gedeg di bawah kepemimpinan M. Taufiqurrohman juga mendorong setiap desa agar semakin berdaya. Baik dari segi ketahanan pangan di bidang pertanian dan perikanan, maupun perputaran ekonomi yang dimotori para pelaku UMKM.
Wilayah Kecamatan Gedeg terdiri dari 14 desa yang memiliki karakter heterogen. Meliputi kawasan industri, pertanian dan perikanan, serta pusat perdagangan. Langkah pemberdayaan pun dijalankan dengan menyesuaikan potensi yang berbeda-beda ini. ’’Di antaranya yang kami dorong adalah ketahanan pangan dan UMKM,’’ ujar Taufiq.
Di samping faktor ketahanan pangan dari sektor pertanian sawah yang menyebar di semua desa, ekosistem perikanan pun terus didorong. Sentra-sentra budi daya berbagai jenis ikan tawar saat ini berkembang terdapat di hampir separo jumlah desa, meliputi Beratwetan, Terusan, Pagerluyung, Balongsari, Sidoharjo, Gembongan, dan Gempolkrep.
Dari sektor UMKM, variannya kian beragam. Selain olahan makanan dan minuman, ekosistem ekonomi kreatif juga menjangkau kerajinan eceng gondok seperti di Desa Jerukseger dan tas berbahan kertas bekas di Desa Bandung.
’’Untuk mendukung pengambangan UMKM, kami beberapa kali juga menggelar kegiatan seperti lomba hampers sampai pelatihan memasak untuk pelaku UMK dengan mendatangkan chef dari Jakarta,’’ jelasnya.
Langkah proaktif Kecamatan Gedeg dalam bidang pelayanan dan pemberdayaan masyarakat ini diganjar penghargaan di berbagai bidang.(*)

