SURON.CO, Batu – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu mengadakan Njagong Bareng edisi kedua.
Kepala DPMPTSP Kota Batu, Dyah Liestina mengatakan, kegiatan yang diadakan bersama pelaku UMKM dan perajin se-Kota Batu ini untuk membantu pemasaran produk.
Dalam upayanya itu, Dyah mengaku akan bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pertanian (Dispertan), Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Pusat Layanan Udaha Terpadu (PLUT), Perhimpunan Hoten dan Restoran Indonesia (PHRI), BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jatim, dan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Batu.
“Kami sedang membuat aplikasi yang akan terkoneksi dengan aplikasi milik Provinsi Jatim, yaitu Poin Jatim. Nantinya, UMKM dan perajin Kota Batu bisa memanfaatkan itu untuk memasarkan produknya. Jadi pemasarannya nanti tidak hanya di tingkat lokal tapi juga di Provinsi Jatim bahkan ke nasional,” ucapnya.
Menurut mantan kepala Bapenda Kota Batu itu, segala upaya yang dilakukan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai yang menginginkan investasi di Kota Batu terus ditingkatkan.
“Kami diminta Pak Wali untuk meningkatkan investasi. Harapan kami, sekecil apapun usaha bapak ibu, dapat membantu meningkatkan investasi di Kota Batu,” seru Dyah.
Bertajuk Potensi dan Peluang Maju bersama Produk Kerajinan Kota Batu, Dyah berharap forum Njagong Bareng ini bisa menjadi wadah untuk diskusi dan mengembangkan produk unggulan Kota Batu agar bisa go public, bahkan go internasional. “Semoga pasca ini dapat mendongkrak UMKM dan pengrajin se-Kota Batu,” harapnya.
“Hotel itu kesulitan mencari barang untuk dijual ke tamu hotel. Dulu pernah kerja sama dengan UMKM dan supplier buah dan sayur, namun ada yang berhasil dan ada yang gagal. Awalnya mereka bisa menyediakan produk yang bagus. Namun lama-kelamaan kualitasnya turun bahkan tidak menyediakan lagi,” tutur Rocky, perwakilan dari PHRI Kota Batu.
Rocky juga menyarankan agar pelaku UMKM dan perajin lebih serius dalam memanfaatkan digital marketing, termasuk dengan memanfaatkan media sosial. “Hal yang perlu diingat adalah kualitas produk harus dijaga, kemasan harus menarik, memiliki personal branding dan rajin melakukan survey pasar,” tegasnya.(*)

