SURON.CO, Mojokerto – Di tangan wanita asal Kota Mojokerto ini, singkong menjadi berdaya jual tinggi hingga masuk kurasi produk UMKM untuk tes market di Organic Botanic, Istanbul, Turki Tahun 2022 lalu.
Adalah Arik Agustiani, wanita kelahiran 1970 ini menyulap singkong menjadi keripik dengan rasa gurih khas dan bentuk menyerupai seperti bunga yang unik hingga menarik market cassava mentah se Jawa Timur. Mulai dari agen-agen krecek mentah di Pare, Jombang, Blitar, Tulungagung, Malang, Surabaya, hingga Probolinggo.
“Awal dulu supaya singkong punya nilai jual lebih tinggi, gak cuman singkong yang diiris-iris, yang pasaran dan murah,” tutur Arik, yang sebelumnya hanya berjualan pracangan sembari menjaga anak-anaknya itu.
Sejak tahun 2009 hingga kini, ibu tiga anak laki-laki ini sudah memperkerjakan 23 tetangganya yang dulunya hanya mengisi kesibukan sebagai ibu rumah tangga. “Dulu itu awal mulanya melihat banyak petani singkong di wilayah Kabupaten Mojokerto ditampung. Sedangkan di kota adanya SDM saja. Awal buat tahun 2005 masih 1 kilogram sampai 5 kilogram aja,” jelas dia.
Kini, dalam sehari istri dari Yohanes Suseno (55) ini bersama kerjanya mampu memproduksi 230 kilogram singkong mentah untuk diolah menjadi kerupuk cassava siap goreng. Dan saat lebaran Idul Fitri, produksinya mencapai 400 kilogram singkong per hari.
“Tembus sekitar Rp75 juta untuk omzetnya, kalau Lebaran Rp 100 juta. Kita memang kalau ke agen-agen yang mentah saja, tapi kalau di Kota Mojokerto saya jual yang matang seperti di minimarket, pusat oleh-oleh,” bebernya.
Hasil inovasi dalam proses membuat kerupuk cassava ini membuat kerupuk berbahan utama singkong tersebut dibanderol dengan harga Rp12 ribu per 110 gram untuk yang siap makan. Sedangkan untuk 250 gram kerupuk mentah dihargainya Rp12 ribu per kemasan.
“Dulu awal langsung jual mateng dibungkus kecil-kecil, masuk ke pecel lele, bakul jajan, warkop, warung bakso. Sekarang sudah masuk pusat oleh-oleh, dan masuk kurasi ke Turki bareng 6 produksi UMKM lainnya,” pungkas Arik.(*)

