Minke.id – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, bersama jajaran Perangkat Daerah meninjau kesiapan program Masjid Ramah Pemudik pada Rabu (26/3/2025). Dalam kunjungannya, Mas Rio, sapaan akrabnya, mendorong agar UMKM di Situbondo semakin berkembang melalui program ini.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa masjid-masjid yang terlibat dalam program Masjid Ramah Pemudik siap memberikan pelayanan serta fasilitas yang nyaman bagi para pemudik yang singgah di Kabupaten Situbondo.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo telah membagi tiga tim untuk meninjau 20 titik Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
“Kita membagi tiga tim karena ada 20 titik Masjid Ramah Pemudik sepanjang Situbondo. Saya di Wilayah Barat, Pak Sekda di Wilayah Tengah, dan Mbak Ulfi di bagian Timur. Kami bersama seluruh jajaran staf Perangkat Daerah untuk memastikan kesiapan fasilitas di masjid-masjid ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Situbondo menegaskan bahwa program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Situbondo dalam mendorong kemajuan UMKM lokal. Melalui Masjid Ramah Pemudik, produk-produk UMKM Situbondo bisa lebih dikenal dan berpotensi menjadi oleh-oleh bagi para pemudik yang singgah.
“Kami juga mendorong agar seluruh jajaran Kepala Daerah dan staf membeli produk UMKM yang ada di stand Masjid Ramah Pemudik. Ini merupakan langkah konkret untuk mendukung gerakan ‘UMKM Situbondo Naik Kelas’,” tambahnya.
Selain tempat ibadah, Masjid Ramah Pemudik juga menyediakan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pemudik, termasuk pijat refleksi, area istirahat, serta buka puasa gratis.
“Masjid ini sangat ramah bagi pemudik, tidak hanya untuk sholat. Ada fasilitas pijat refleksi, stand UMKM, tempat istirahat yang nyaman, serta buka puasa gratis. Kami ingin pemudik merasa aman dan nyaman selama perjalanan mereka,” jelas Mas Rio.
Hubaidah (50), salah satu pelaku UMKM yang menjual produknya di stand Masjid Ramah Pemudik, merasa bangga dengan adanya program ini. Menurutnya, inisiatif ini sangat membantu para pelaku usaha kecil dalam mempromosikan produk lokal mereka kepada pemudik dari luar kota.
“Alhamdulillah, sebelumnya kami kesulitan mempromosikan produk lokal ini. Sekarang, dengan adanya program ini, pemudik dari luar kota, baik dari Bali maupun Solo, bisa langsung melihat dan membeli produk kami sebagai oleh-oleh,” ungkap Hubaidah.
Berbagai produk khas Situbondo tersedia di stand UMKM Masjid Ramah Pemudik, mulai dari makanan khas hingga kerajinan tangan unik.
“Kami menjual aneka makanan khas Situbondo dan juga produk kerajinan tangan seperti asbak dari kerang dan talam dari bahan unik yang sangat diminati wisatawan, terutama dari Bali,” tambahnya.
Ust. Zainal Abidin, Humas Masjid Al-Imam Kecamatan Mlandingan, mengapresiasi program Masjid Ramah Pemudik yang baru pertama kali diadakan di Kabupaten Situbondo ini. Menurutnya, program ini sangat membantu dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pemudik yang singgah.
“Alhamdulillah, program Bupati ini sangat membantu kami dalam melayani pemudik dari luar kota. Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa berbagai fasilitas telah disiapkan di masjid untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, seperti layanan kesehatan, stand UMKM, hingga pijat refleksi gratis.
“Kami memastikan kebersihan kamar mandi agar pengunjung merasa nyaman. Selain itu, ada layanan kesehatan dan pijat refleksi gratis bagi pemudik yang merasa lelah selama perjalanan,” jelasnya.
Setiap harinya, puluhan pemudik dari berbagai daerah seperti Solo, Surabaya, dan Malang singgah di Masjid Ramah Pemudik, terutama pada malam hari.
Dengan adanya program ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pemudik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Situbondo. Program ini pun mendapat respons positif dan diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

