Minke.id – Sebagai bentuk nyata dalam mendukung perkembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kembali menyalurkan sertifikat halal gratis kepada 50 pelaku UMKM dalam gelombang II program sertifikasi.
Kegiatan ini dilangsungkan di Balai Desa Randupitu dan merupakan hasil kolaborasi antara Pemdes dan KUA Kecamatan Sukorejo, yang memiliki program khusus sertifikasi halal untuk pelaku usaha lokal.
Kepala Desa Randupitu, Muhammad Fuad, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi desa untuk mendorong legalitas dan kredibilitas produk UMKM di pasar yang semakin kompetitif.
“Kami tidak bisa memberi banyak, tapi kami bisa memfasilitasi agar UMKM bisa naik kelas. Sertifikat halal ini diberikan gratis tanpa biaya sepeser pun,” ujarnya.
Menurut Fuad, keberadaan sertifikat halal tak hanya penting secara religius, tapi juga secara ekonomi karena membuka peluang UMKM masuk pasar modern dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Saat ini mungkin belum terlalu dibutuhkan, tapi ke depan ini akan jadi syarat utama. Karena itu kami terus dorong semua UMKM mendaftar,” tambahnya.
Meskipun baru 50 pelaku usaha yang mendapatkan sertifikat halal pada gelombang kedua ini, Pemdes Randupitu tak tinggal diam. Fuad menegaskan bahwa pihaknya tengah membuka pendaftaran gelombang III agar lebih banyak pelaku UMKM bisa terakomodir.
“Kami akan terus perjuangkan agar semua UMKM di desa ini memiliki legalitas halal,” tegasnya.
Sementara itu, Radita, perwakilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Desa Randupitu, mengungkapkan bahwa sertifikasi ini sangat membantu pelaku usaha kecil. Mereka kini merasa lebih aman dan percaya diri memasarkan produk mereka.
“Sebelumnya mereka khawatir saat ada sidak karena produknya belum bersertifikat. Sekarang lebih tenang karena sudah ada jaminan kehalalan,” ujar Radita.
Ia juga menambahkan bahwa program sertifikasi gratis ini sangat disambut positif karena biaya sertifikasi yang dikeluarkan secara mandiri tergolong mahal.
“Kalau ngurus sendiri bisa mahal. Tapi ini gratis, jadi mereka antusias. Terima kasih kepada Pak Kepala Desa dan tim,” tutupnya.

