Minke.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Bank Negara Indonesia (BNI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggelar kegiatan Wonderful Gathering di Purwokerto, Selasa (15/7/2025). Acara ini menjadi momentum strategis untuk mendorong percepatan ekspor dan digitalisasi UMKM, khususnya di sektor unggulan seperti agribisnis, kuliner, dan kerajinan tangan.
Regional Chief Executive Officer BNI Wilayah Yogyakarta, Ariyanto Soewondo Geni, menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, kontribusi mereka terhadap ekspor nasional masih terbatas, yakni baru sekitar 15%.
“Lewat kemitraan strategis serta solusi transactional, kami ingin mendorong lebih banyak UMKM naik kelas dan menembus pasar global,” ujar Ariyanto.
Purwokerto dipilih sebagai lokasi acara karena dikenal memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif dan pertanian lokal. Ariyanto menyebutkan bahwa sinergi BNI dan Bea Cukai bertujuan menghilangkan hambatan ekspor, baik dari sisi regulasi, perizinan, hingga akses pasar.
“Kami ingin memastikan pelaku UMKM di Purwokerto mendapatkan pendampingan menyeluruh agar mereka bisa berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan Wonderful Gathering menjadi wujud sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem UMKM yang adaptif, digital, dan berdaya saing global. Ariyanto menyampaikan bahwa BNI menargetkan peningkatan signifikan jumlah UMKM yang mampu mengekspor produknya secara langsung.
“Kami berkomitmen membangun fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Purwokerto, Dwijanto Wahjudi, menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pertumbuhan ekspor UMKM.
“Legalitas dan sertifikasi adalah langkah awal yang krusial. Kami siap membekali UMKM dengan pengetahuan ekspor, baik melalui edukasi regulasi maupun strategi menembus pasar global,” jelas Dwijanto.
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai turut membagikan strategi penetrasi pasar internasional yang bisa diterapkan UMKM, antara lain:
- Memanfaatkan platform e-commerce global seperti Amazon dan Alibaba
- Menjalin kemitraan dengan distributor luar negeri
- Aktif mengikuti pameran dagang internasional
“Ekspor bukan sekadar transaksi, tapi soal membangun reputasi dan kepercayaan jangka panjang,” tegas Dwijanto.
Wonderful Gathering di Purwokerto menjadi simbol kuat komitmen bersama BNI dan Bea Cukai dalam mendorong pertumbuhan ekspor UMKM dari daerah. Dengan dukungan finansial, pelatihan, dan pendampingan ekspor, diharapkan semakin banyak UMKM lokal yang mampu bersaing secara global.

