Minke.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui dukungan nyata terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang Semester I-2025, sebanyak 431 UMKM binaan KAI menerima manfaat dari program unggulan bertajuk MiKA (Mitra KAI).
Menurut Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, dukungan tersebut tidak sebatas pendanaan, tetapi juga mencakup akses pasar, pelatihan, hingga ekspansi global.
“Program MiKA adalah bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (26/7).
Dalam enam bulan pertama tahun ini, KAI telah mengalokasikan Rp3,05 miliar untuk mendukung pengembangan UMKM binaan. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp800 juta disalurkan dalam bentuk pendanaan langsung, sementara sisanya digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pelatihan, sertifikasi, pameran produk, serta akses pasar.
Program MiKA mencakup berbagai inisiatif unggulan, di antaranya; MiKA Exhibition, MiKA Creative Space, MiKA Hasanah & MiKA Next Class, dan MiKA Go Global.
Dukungan nyata KAI dalam program MiKA Go Global membuahkan hasil. Dua merek lokal, Herviolet dan Bloom with Kaia, sukses tampil di ajang Fashion World Tokyo (FaW TOKYO) 2025 di Tokyo Big Sight, Jepang.
Sementara itu, Identix Batik Tulis dan Kayana by Tyaoza juga turut serta dalam 19th International Apparel & Textile Fair (IATF) di Festival Arena, Dubai.
“Kami ingin UMKM naik kelas, bukan hanya dari sisi pendapatan, tapi juga kualitas dan daya saing global,” jelas Agus.
Menurut Agus, kehadiran KAI bukan hanya sebagai penyedia moda transportasi, melainkan sebagai mitra dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
“Kereta api bukan hanya soal ketepatan waktu dan kenyamanan, tapi juga tentang bagaimana kami hadir untuk rakyat. Ketika UMKM naik kelas, kita sedang membangun masa depan Indonesia bersama,” tuturnya.
Selama Semester I-2025, KAI Group mencatat 240,9 juta pelanggan, tumbuh 8,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, KA Jarak Jauh dan Lokal melayani 27,46 juta pelanggan, naik 7 persen dibandingkan Semester I-2024.
Dengan jaringan rel yang menjangkau pusat kota hingga pelosok negeri, KAI terus mengintegrasikan peran transportasi publik dengan penguatan ekonomi lokal melalui transformasi ekonomi berbasis inovasi.

