Minke.id – Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU Sidoarjo) turut memeriahkan gelaran Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka memperingati Hari Santri 2025 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo. Acara ini berlangsung meriah di halaman Masjid KH Hasyim Asy’ari, Sidoarjo, selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2025.
Puluhan pelaku UMKM dari kalangan warga Nahdliyin dan pesantren menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner khas nusantara, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif hasil karya santri.
Manager BMTNU Sidoarjo, R Rizki Ansanta, menjelaskan bahwa keikutsertaan lembaganya tidak sekadar untuk meramaikan kegiatan, melainkan juga sebagai bentuk komitmen BMTNU dalam mendukung kemandirian ekonomi umat.
“Kami hadir untuk memberi motivasi dan dukungan kepada para pelaku usaha lokal. Semangat Hari Santri harus tercermin pada kemandirian ekonomi dan kreativitas warga Nahdliyin,” ujar Rizki, Kamis (30/10/2025).
Selain menghadirkan layanan pembiayaan mikro syariah, BMTNU Sidoarjo juga membuka promo spesial selama bazar berlangsung. Pengunjung yang datang ke stand BMTNU bisa mendapatkan diskon biaya administrasi pembiayaan, serta kesempatan berkonsultasi langsung terkait akses modal usaha berbasis syariah.
Tak hanya itu, BMTNU juga memberikan edukasi keuangan dan pendampingan bagi pelaku UMKM, agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan sesuai prinsip ekonomi Islam.
Menurut Rizki, momentum Hari Santri menjadi ruang strategis bagi warga NU untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang ekonomi produktif.
“Bazar UMKM ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan antar pelaku usaha. Melalui kegiatan ini, PCNU Sidoarjo ingin mendorong UMKM agar semakin berdaya saing dan berdampak bagi ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dengan antusiasme tinggi dari pengunjung dan semangat kolaborasi antar lembaga, Rizki meyakini kegiatan seperti ini mampu memperkuat posisi santri dalam membangun ekonomi berbasis keumatan.
“Santri tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi umat, khususnya di kalangan warga Nahdliyin,” pungkasnya.

