Minke.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur di bawah kepemimpinan Arumi Bachsin terus berinovasi dalam mengembangkan ekosistem UMKM kerajinan di provinsi ini. Salah satu terobosan paling visioner adalah hadirnya Dekranasda Ekonomi Kreatif Space (DEKS), ruang kreatif terintegrasi yang berlokasi di pusat perbelanjaan premium Ciputra World Surabaya.
Langkah ini menandai transformasi Dekranasda Jatim dari sekadar lembaga pendamping perajin menjadi motor penggerak ekonomi kreatif Jawa Timur yang berbasis inovasi, kolaborasi, dan pemasaran modern.
DEKS dirancang lebih dari sekadar galeri pameran. Ruangan ini memiliki fungsi ganda sebagai ruang inkubasi bisnis, co-working space, dan pusat jejaring pasar yang dinamis. Penempatan strategis di pusat perbelanjaan modern terbukti efektif, karena tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga membuka peluang transaksi langsung antara perajin dan konsumen.
Menurut Arumi Bachsin, DEKS merupakan bagian dari upaya regenerasi industri kerajinan di Jawa Timur. Ia menyebut ruang ini sebagai “laboratorium kreatif” yang mengajak generasi Milenial dan Gen Z untuk terlibat aktif dalam dunia kerajinan dengan membawa gagasan segar dan inovatif.
“Kami ingin kerajinan tidak hanya dipandang tradisional, tapi juga modern, kreatif, dan relevan dengan gaya hidup masa kini,” ujar Arumi.
Di DEKS, berbagai workshop rutin digelar untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Program tersebut mencakup pelatihan fashion design, kerajinan soft clay, hingga kelas meracik kopi yang memadukan unsur kearifan lokal Jawa Timur.
Tujuannya adalah menjembatani gap antara produk tradisional dan tren global, agar produk UMKM mampu bersaing di pasar internasional.
Selain ruang kreatif, Dekranasda Jatim juga memperkuat jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota dan organisasi profesional seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Salah satu sinergi penting diwujudkan dalam Workshop Pasar Digital UMKM Indonesia (PADI), hasil kolaborasi HIPMI Jatim dan BUMN sejak 2022. Program ini membekali perajin dengan literasi digital, strategi pemasaran daring, dan kemampuan bertransaksi di pasar elektronik nasional.
Komitmen Dekranasda Jatim juga terlihat dari dukungan terhadap berbagai pameran bergengsi. Salah satunya adalah Batik In Motion 2025 yang digelar oleh Dekranasda Kota Probolinggo dengan tema “Gerak Dalam Batik, Jelajah Dalam Alam.”
Acara tersebut menjadi simbol sinergi antara seni, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu panggung megah.
Dalam sambutannya, Arumi Bachsin menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya lokal.
“Anak-anak kita banyak terpapar budaya luar, tapi jangan sampai melupakan kekayaan budaya sendiri. Batik Probolinggo luar biasa, dan harus terus dihidupkan kembali oleh generasi muda,” tegasnya.
Ke depan, kepengurusan Dekranasda Jatim periode 2025–2030 akan fokus membangun ekosistem UMKM kerajinan yang berdaya saing global. Melalui kombinasi antara ruang inkubasi DEKS dan dukungan pemasaran digital, Dekranasda menargetkan produk kerajinan lokal mampu menembus pasar ekspor dan menjadi pilar utama ekonomi kreatif Jawa Timur

