Minke.id – Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan layanan BPR Tugu Artha Sejahtera sebagai solusi permodalan yang mudah diakses. Seruan ini disampaikannya saat melaksanakan reses di RW 3, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, pada Kamis dan Jumat (13–14/10/2025), yang turut dihadiri jajaran BPR Tugu Artha.
Menurut Trio, keberadaan BPR sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Malang memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Terlebih, modal BPR kini meningkat menjadi Rp50 miliar setelah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) penyertaan modal terbaru.
“BUMD ini sudah kuat secara modal dan harus dimaksimalkan. Masyarakat perlu tahu bahwa BPR bisa menjadi solusi permodalan bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM,” ujarnya.
Trio Agus Purwono juga menyampaikan pentingnya pemerintah daerah memberikan penugasan yang lebih luas kepada BPR Tugu Artha. Penugasan ini dapat meliputi pengelolaan berbagai program strategis seperti insentif RT/RW, posyandu, hingga pembayaran gaji PPPK.
“Dengan cakupan layanan yang lebih luas, BPR dapat semakin hadir di tengah masyarakat sebagai lembaga keuangan yang mampu menjawab kebutuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Kinerja BPR Tugu Artha Sejahtera disebut semakin membaik dari tahun ke tahun. Pada 2025, lembaga ini diperkirakan menorehkan laba bersih mendekati Rp2 miliar, sebuah pencapaian positif yang menunjukkan peningkatan efisiensi dan kepercayaan masyarakat.
Trio menilai capaian ini merupakan bukti bahwa BPR bukan hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.
“Kami berharap BPR memberikan fasilitas terbaik dengan bunga kompetitif sehingga semakin banyak pelaku usaha yang terbantu,” tegas legislator dapil Lowokwaru tersebut.
Selama reses, Trio turut menyerap aspirasi dari pelaku usaha kecil, pedagang, dan para PKL. Ia melihat kawasan Lowokwaru yang dekat dengan berbagai kampus besar memiliki potensi pertumbuhan UMKM yang sangat tinggi.
“Kami ingin APBD ini digerakkan semaksimal mungkin untuk memulihkan ekonomi. Belanja daerah yang tepat akan menghasilkan multiplier effect yang kembali ke masyarakat,” tandasnya.
Dorongan Trio Agus Purwono agar pelaku UMKM memaksimalkan layanan BPR Tugu Artha Sejahtera menjadi sinyal penting bahwa keberadaan BUMD harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan modal yang kuat, kinerja terus membaik, serta program kredit yang lebih ramah UMKM, BPR Tugu Artha dinilai mampu menjadi motor penggerak pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Kota Malang.

