iniSO.co – Sebanyak 6.400 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan dan asuransi kesehatan yang digelar Prudential Indonesia bersama Mercy Corps Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan perencanaan finansial UMKM agar lebih tangguh dan berkelanjutan.
Pelatihan ini menjadi respon atas masih rendahnya literasi keuangan pelaku UMKM. Berdasarkan hasil pre-test, sebanyak 88 persen peserta belum pernah menyusun rencana keuangan, 85 persen tidak memiliki dana darurat, dan 81 persen belum memahami peran asuransi dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebanyak 88 persen peserta menyatakan akan mulai membuat perencanaan keuangan, 52 persen berkomitmen menyiapkan dana darurat, dan 59 persen tertarik menggunakan produk asuransi sebagai perlindungan usaha dan keluarga.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Mastercard Strive di Indonesia, yang mengombinasikan pelatihan, pendampingan langsung, serta perlindungan Personal Accident Insurance dari PRUWorks bagi pelaku UMKM.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Training of Trainers (ToT) secara virtual yang diikuti 191 fasilitator dari tujuh kota. Para fasilitator tersebut kemudian terjun langsung mendampingi pelaku UMKM di lapangan selama periode November–Desember 2025.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menegaskan bahwa upaya meningkatkan ketangguhan finansial masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin membekali fasilitator agar mampu memberikan edukasi finansial yang inklusif dan berdampak langsung bagi UMKM,” ujar Karin, Senin (5/1/2026).
Executive Director Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, menilai kesehatan keuangan merupakan bekal penting bagi keberlangsungan usaha, khususnya bagi kelompok rentan.
“Kesehatan keuangan adalah fondasi utama keberlanjutan usaha. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas,” kata Ade.
Dukungan juga datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus mendorong pendekatan ketangguhan finansial, yakni kemampuan individu mengelola keuangan sehari-hari, menghadapi guncangan ekonomi, serta merencanakan masa depan secara aman.
Mastercard Strive Dorong UMKM Lebih Tangguh
Senior Vice President of Social Impact Mastercard Center for Inclusive Growth, Subhashini Chandran, menyebut UMKM sebagai tulang punggung perekonomian yang membutuhkan dukungan nyata.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen Mastercard Strive dalam memperkuat UMKM agar lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Para fasilitator yang terlibat juga mengakui program ini memberikan dampak langsung. Materi pelatihan dinilai mudah dipahami, relevan dengan realita UMKM, serta membantu fasilitator menyampaikan edukasi keuangan ke komunitas dengan lebih percaya diri.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan literasi keuangan dan perlindungan asuransi UMKM semakin meningkat, sehingga pelaku usaha mampu tumbuh kuat dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi.

