iniSO.co – Bea Cukai terus menjalankan perannya sebagai mitra strategis dunia usaha melalui berbagai kegiatan asistensi ekspor di daerah. Dengan pendekatan langsung kepada pelaku UMKM dan industri berorientasi ekspor, Bea Cukai hadir memastikan kepatuhan kepabeanan berjalan seiring dengan kelancaran arus barang serta peningkatan daya saing produk nasional.
Pada Desember 2025, upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Customs Visit Customer (CVC) oleh Bea Cukai Makassar, serta rangkaian kunjungan asistensi ekspor oleh Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) di Provinsi Lampung.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menegaskan bahwa asistensi ekspor merupakan bagian penting dari peran Bea Cukai dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Bea Cukai tidak hanya mengawasi lalu lintas barang, tetapi juga hadir memberikan pendampingan dan edukasi agar UMKM dan industri mampu naik kelas, menembus pasar global, serta berkontribusi nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk konkret pendampingan, Bea Cukai Makassar melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke production house UMKM binaannya, Hijab Zaini, di Makassar pada Selasa (22/12/2025).
UMKM tersebut berhasil menembus pasar India pada 2025 dengan pengiriman 1.000 pcs hijab. Kegiatan CVC ini dihadiri oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Makassar, Ria Novika Sari, beserta jajaran.
Hijab Zaini merupakan UMKM unggulan Bea Cukai Makassar yang bergabung sejak 2023 dan menjadi peserta Intensive Collaboration Programme 2025, hasil kolaborasi asistensi ekspor antara Bea Cukai Makassar dan Bank Mandiri Export House.
UMKM ini dikenal dengan produk hijab ramah lingkungan, menggunakan bahan alami non-kimiawi untuk menghasilkan corak warna, serta mempertahankan proses desain dan lukisan manual demi menjaga keaslian produk. Selain hijab, Hijab Zaini juga melakukan diversifikasi produk seperti baju, blazer, kemeja, hingga sarung guna memperluas pasar.
Pendampingan Bea Cukai menjadi bagian dari industrial assistance, meliputi pembinaan, pelatihan, dan fasilitasi fiskal untuk mendorong UMKM menjadi penggerak perekonomian nasional.
Sementara itu, Kanwil Bea Cukai Sumbagbar melaksanakan rangkaian kunjungan kerja asistensi ekspor di Provinsi Lampung pada 22–24 Desember 2025. Tiga perusahaan eksportir yang dikunjungi yakni PT Phillips Seafood Indonesia, PT Great Giant Pineapple (Plant Way Kambas), dan PT Sucden Coffee Indonesia.
Agenda utama kunjungan tersebut adalah bimbingan kepatuhan serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas kepabeanan, sejalan dengan peran Bea Cukai sebagai trade facilitator dan agen fasilitas.
Melalui diskusi intensif di lapangan, Bea Cukai Sumbagbar mengidentifikasi tantangan operasional perusahaan sekaligus memberikan bimbingan administratif agar proses bisnis berjalan patuh, efisien secara logistik, dan kompetitif secara finansial.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Bea Cukai dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor strategis seperti perikanan, hortikultura, dan kopi.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Budi Prasetiyo menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan merupakan kunci dalam penguatan ekspor nasional.
“Dengan asistensi yang tepat dan sinergi kuat antara Bea Cukai dan pelaku usaha, kami berharap produk lokal semakin kompetitif di pasar internasional, mampu menciptakan lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

